Sederet Perkembangan Terbaru soal Penahanan WNI oleh Israel

4 hours ago 4

OPERASI penyanderaan oleh Angkatan Laut Israel terhadap rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. sejak Senin, 17 Mei 2026, masih terus berkembang. Militer Israel masih secara masif melakukan penangkapan terhadap rombongan koalisi masyarakat sipil internasional yang berusaha mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, tersebut.

Per Selasa kemarin, Kementerian Luar Negeri mengkonfirmasi ada lima warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap dalam penyergapan tersebut. "Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan menangkap relawan WNI," kata Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang lewat pernyataan video, Selasa, 19 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hingga hari ini, berbagai upaya untuk membebaskan relawan yang disandera oleh militer Israel saat berlayar untuk membuka jalur logistik untuk Gaza itu terus dilakukan. Berikut sejumlah perkembangan terbaru hingga Rabu pagi, 20 Mei 2026:

Identitas WNI yang Disandera

Yvonne mengatakan total ada sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia pada misi kemanusiaan untuk Palestina kali ini. Lima di antaranya ditangkap militer Israel di perairan Siprus, sementara empat warga negara Indonesia yang berlayar di dua kapal berbeda masih berada di sekitar perairan Siprus. 

Lima orang Indonesia yang ditahan tentara Israel berada di atas kapal Bolarize, Ozgurluk, dan Josef. Di kapal Bolarize, ada jurnalis Republika Bambang Noroyono. Sedangkan di kapal Ozgurluk, ada tiga warga Indonesia, yaitu jurnalis Tempo Andre Prasetyo, fotografer Republika Thoudy Badai, dan Rahendro Herubowo. Adapun satu orang lainnya adalah aktivis kemanusiaan bernama Andi Angga yang berada di kapal Josef.

Di samping itu, Yvonne mengatakan situasi di lapangan masih sangat dinamis, sehingga empat warga negara Indonesia itu masih dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu dapat dicegat oleh militer Israel.

RI Bangun Komunikasi dengan 9 Negara

Kementerian Luar Negeri menyatakan Indonesia juga telah bergabung dengan sembilan negara, yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam sebuah pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF.

Yvonne mengatakan Indonesia juga akan terus berkomunikasi dengan negara-negara ini untuk menempuh berbagai upaya untuk segera membebaskan relawan yang ditangkapi Israel. “Perwakilan Indonesia senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas setempat,” ujar Yvonne.

GPCI Berkontak ke Sejumlah Negara 

Sebagai penyelenggara misi kemanusiaan ini, Global Peace Convoy Indonesia menyatakan telah menempuh sejumlah langkah diplomatik hingga bantuan hukum internasional. GPCI menemui MPR pada Selasa, 19 Mei 2026, untuk mengkonsolidasikan upaya pembebasan. 

Selain di dalam negeri, GPCI menghubungi perwakilan diplomatik Indonesia di sejumlah negara yang diperkirakan menjadi jalur pemulangan WNI tersebut. “Kami menghubungi Kedutaan Indonesia di Yordania, Kedutaan Indonesia di Mesir, dan KJRI di Istanbul,” ujar kata Pengarah GPCI Ahmad Juwaini di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026

Ia mengatakan tiga negara itu diperkirakan akan menjadi tempat transit atau pemulangan para WNI apabila dibebaskan oleh Israel. Karena itu, koordinasi dilakukan agar perwakilan Indonesia di negara-negara tersebut dapat menerima para WNI dengan baik.

Gandeng Pengacara Internasional

GPCI juga menggandeng kelompok pengacara internasional untuk membantu proses advokasi. Ahmad mengatakan kelompok itu berpengalaman menangani perlindungan terhadap aktivis dan pembela Palestina. “Lawyer ini akan langsung mengontak Israel dan tentara Israel untuk membebaskan dan mendampingi warga negara Indonesia tersebut,” kata dia.

MPR Minta Prabowo Melobi Trump

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan hubungan baiknya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membantu pembebasan lima warga negara Indonesia yang ditahan Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

Menurut Hidayat, kedekatan Trump dengan Israel dapat menjadi jalur diplomasi yang efektif di tengah tidak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel. Ia menilai hubungan personal antara Prabowo dan Trump perlu dimanfaatkan pemerintah untuk menekan Israel agar segera membebaskan para WNI tersebut.

“Pak Prabowo dipuji luar biasa oleh Donald Trump. Saya kira ini momentum yang baik untuk Pak Prabowo menyampaikan pada Trump, bila memang tulus dengan pujian itu, sekaranglah membuktikan bahwa BOP itu memang untuk menghadirkan perdamaian,” kata Hidayat di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Eka Yudha Saputra dan Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |