CANTIKA.COM, Jakarta - Menjadi karya serial panjang pertama sutradara Monica Vanesa Tedja, serial original Netflix Night Shift for Cuties menjadi ruang eksplorasi yang personal untuknya. Bukan semata menghadirkan kisah ringan tentang fandom K-pop, serial ini justru digunakan Monica untuk mengangkat kegelisahan yang lebih dalam, tentang cara memandang idol, kecantikan, dan standar yang selama ini terasa nyaris tak tergoyahkan.
Dalam banyak representasi populer, K-pop kerap lekat pada citra visual yang seragam, termasuk tubuh ramping, kulit putih, dan wajah indah tanpa cela yang seolah menjadi prasyarat tak tertulis. Hal tersebut pun telah disadari Monica sejak awal proses penggarapan serialnya, di mana ia melihat bagaimana persepsi publik sering kali menyederhanakan dunia K-pop menjadi soal penampilan semata, padahal realitasnya jauh lebih beragam.
“Kalau kita membicarakan soal K-pop, pasti dikaitkannya dengan sosok yang slim, very white, pokoknya ada pakemnya,” ujar Monica. "Tapi sebenarnya ketika aku riset pun, banyak idol-idol K-pop yang tidak memenuhi standar kecantikan seperti itu," lanjutnya dalam sesi bincang terbatas dengan media di acara Next on Netflix pada Januari 2026 lalu. Keresahan itu lah yang kemudian diterjemahkan ke dalam Night Shift for Cuties, lewat dunia fiktif yang dibangun, Monica ingin membuka kemungkinan lain tentang bagaimana idol bisa direpresentasikan. Serial ini pun tidak berpretensi mendefinisikan ulang K-pop, namun menawarkan sudut pandang alternatif bahwa daya tarik seorang idol tidak harus lahir dari standar visual tunggal.
Sutradara Monica Vanesa Tedja di acara Next on Netflix 2026. Foto: Netflix
Dalam kesempatan yang sama Monica pun menyebut, dari risetnya masyarakat Korea Selatan kini semakin terbuka dan progresif dalam memaknai kecantikan, di mana ada lebih banyak ruang untuk perbedaan dan lebih banyak cara untuk melihat kecantikan sebagai sesuatu yang cair dan kontekstual. Spirit inilah yang ingin ia pantulkan ke dalam serialnya, “Karena ini series dan fiktif, one can imagine what could happen,” katanya. "itu juga yang ingin coba dipantik conversation-nya, bagaimana kalau ini bisa jadi realita," tambahnya.
Lewat karakter-karakter di Night Shift for Cuties, Monica tidak menggurui penonton, melainkan mengajak berpikir ulang dan mempertanyakan asumsi yang selama ini diterima begitu saja. Serial ini pun diharapkan hadir menjadi refleksi tentang fandom, idola, dan bagaimana kekaguman sering kali dibentuk oleh konstruksi sosial, bukan realitas yang mutlak.
Kisah Night Shift for Cuties
Menjadi salah satu serial original Netflix yang tayang di tahun 2026, Night Shift for Cuties menghadirkan kisah dua rekan kerja di sebuah minimarket yang bersahabat sekaligus bersaing. Diperankan oleh Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa, hubungan keduanya diuji ketika mereka mendapatkan kesempatan langka untuk bertemu idola K-pop yang selama ini hanya mereka kagumi dari jauh. Dari premisnya, serial ini memadukan komedi, persahabatan, dan fantasi khas budaya penggemar K-pop, dengan nada yang ringan namun tetap relevan.
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































