Bali Ocean Days: Transisi Energi demi Ekosistem Kelautan

2 hours ago 5

Info Event-Diskusi tentang energi dan kelautan tidak lagi berdiri sendiri. Hubungan keduanya semakin relevan ketika upaya transisi energi diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga untuk menekan emisi dan dampak lingkungan yang memengaruhi kesehatan ekosistem laut dan pesisir.

Isu ini yang mengemuka dalam konferensi tahunan Bali Ocean Days 2026 di InterContinental Bali Resort Convention Centre. Forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, ilmuwan, pelaku industri, akademisi, dan komunitas internasional untuk membahas solusi jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir.

Lonjakan populasi Indonesia dalam dua dekade mendatang membawa konsekuensi berupa peningkatan kebutuhan energi, urbanisasi yang cepat, serta tekanan yang semakin besar terhadap sumber daya alam.

Proyeksi perencanaan nasional menunjukkan kebutuhan listrik Indonesia dapat meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2045. Dalam situasi seperti ini, transisi energi menjadi agenda strategis nasional.

Emisi dari sektor energi berkontribusi terhadap pemanasan global yang berdampak langsung pada kenaikan suhu laut, pemutihan karang, dan degradasi ekosistem pesisir. Karena itu, percepatan transisi energi diharapkan dapat ikut berkontribusi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Dalam konteks tersebut, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), subholding PT Pertamina (Persero), telah mengembangkan energi baru dan terbarukan serta energi transisi.

Iklan

Saat ini, Pertamina NRE mengelola portofolio energi bersih yang mencakup panas bumi, tenaga surya, biogas, serta gas-to-power sebagai energi transisi. Selain itu, Pertamina NRE juga mengelola layanan operasi dan pemeliharaan pembangkit serta pengembangan bisnis karbon untuk penurunan emisi. Pertamina NRE juga menyiapkan pengembangan bioetanol dan hidrogen hijau sebagai bagian dari fase pertumbuhan berikutnya

Dari sisi sektor maritim, peran menjaga ekosistem laut juga dijalankan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui penerapan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan untuk armada kapal, serta berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pelestarian biota laut dan ekosistem pesisir.

Sebagaimana mengemuka dalam forum Bali Ocean Days 2026, transisi energi tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kepastian regulasi jangka panjang, pembiayaan berkelanjutan, transfer teknologi, dan keterlibatan masyarakat lokal.

Vice President Strategy & Portfolio Pertamina NRE, Aditya Dewobroto, menekankan pentingnya kolaborasi dalam proses ini. “Indonesia memiliki potensi energi bersih yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana memastikan transisi ini berjalan terencana, terukur, dan melibatkan berbagai pihak. Transisi energi bukan hanya soal membangun pembangkit, tetapi membangun ekosistem,” ujarnya.

Forum Bali Ocean Days 2026 menunjukkan diskusi tentang laut tidak dapat dilepaskan dari diskusi tentang energi, iklim, dan pembangunan. Bagi Indonesia, menjaga laut berarti mengelola pembangunan secara lebih berkelanjutan. Dan mempercepat transisi energi merupakan salah satu jalur penting untuk mendukung masa depan ekosistem laut dan pesisir. Pesan dari Bali Ocean Days 2026 sangat jelas: energi bukan hanya soal pasokan, tetapi juga soal keberlanjutan, kolaborasi, dan masa depan bangsa.(*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |