BEM IPB Menolak Kampus Mengelola Dapur MBG

8 hours ago 4

PRESIDEN Mahasiswa IPB University Abdan Rofi mewakili aspirasi mahasiswa di kampusnya menolak kampus mengelola dapur makan bergizi gratis (MBG). Abdan mengatakan kampus bukan tempatnya untuk mengelola makanan. 

Dia juga menolak anggaran kampus mengelola dapur MBG disamakan dengan laboratorium hidup untuk pengembangan riset dan inovasi. "Instansi pendidikan sebagai lembaga moral dan intelektual bukan untuk proyek tumbal. Tolong pak, jangan terlalu memaksa," kata dia saat dihubungi, Rabu, 6 Mei 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

IPB merupakan salah satu kampus yang ikut mengelola dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Abdan menyampaikan dengan adanya penolakan dari mahasiswa IPB, mereka akan segera menyampaikan aspirasi ini kepada rektorat. "Kami akan eskalasikan bersama aliansi BEM Se-IPB untuk disampaikan ke rektorat," kata dia. 

Tempo telah berupaya meminta tanggapan dari IPB ihwal pernyataan BEM IPB tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, kampus belum memberikan respons. Tim dari hubungan masyarakat IPB mengatakan pihaknya akan mengkomunikasikan informasi ini kepada direktorat kampus terlebih dahulu.

Terpisah, dalam keterangan tertulis, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet sempat menyampaikan soal pengelolaan dapur MBG di IPB. Menurut Alim keterlibatan kampus dalam pembangunan SPPG untuk program MBG memiliki rasional strategis krn menempatkan kampus sebagai knowledge-based solution provider.

Program ini, menurut Alim, menyasar isu fundamental seperti gizi, pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia. Sehingga, menurut dia, perlu dijalankan berbasis sains. "Kampus memastikan desain, implementasi, hingga evaluasi dilakukan secara terukur dan berbasis data," kata dia.

Dia juga mengklaim dengan adanya program pengelolaan dapur oleh kampus, maka program MBG dapat diintegrasikan sistem pangan sebagai ekosistem dari hulu ke hilir, mulai produksi, pengolahan, hingga konsumsi dan gizi. "SPPG dapat menjadi simpul yang menghubungkan rantai tersebut secara efisien, sehingga MBG berkembang dari sekadar program makan menjadi model inovasi sistem pangan," kata Alim. 

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |