Cara Membangun Kebiasaan Sehat dari Rumah

6 hours ago 3

DI tengah rutinitas yang semakin padat, menjaga pola hidup sehat dalam keluarga kini menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang tua. Mulai dari jadwal kerja yang sibuk, anak-anak yang semakin dekat dengan gadget, hingga kebiasaan makan instan membuat banyak keluarga perlahan kehilangan momen sederhana untuk menjaga kesehatan bersama.

Hal tersebut diakui oleh pasangan selebritas Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck. Ringgo menilai tantangan orang tua masa kini jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya. Ini karena anak-anak tumbuh di lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Tugas orang tua sekarang bukan cuma memenuhi kebutuhan anak, tapi benar-benar hadir dan menemani setiap proses tumbuh kembang mereka,” kata Ringgo saat peluncuran kampanye "Temani Langkhamu Kini dan Nanti", di Tangerang Selatan, Jumat 29 Mei 2026.

Menurut Ringgo, menjaga komunikasi di rumah menjadi salah satu cara penting untuk memastikan anak tetap nyaman bercerita kepada orang tua di tengah kesibukan masing-masing. Misalnya waktu makan malam bersama, dimanfaatkan sebagai momen untuk mengecek asupan makanan anak-anak sekaligus quality time keluarga. “Biasanya sambil ngobrol kita lihat juga, sayurnya udah dimakan belum, proteinnya cukup belum, buahnya udah atau belum,” kata Sabai.

Sementara untuk membangun rutinitas kesehatan sejak dini, Sabai membiasakan anak membawa bekal sendiri, rutin minum susu hingga aktif berolahraga. Terutama aktivitas fisik, kata Sabai, agar anak tetap aktif bergerak dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget.

Medical educator Diana Suganda menilai kehidupan modern membuat banyak keluarga mulai kesulitan menjaga pola hidup sehat secara konsisten. Kesibukan sehari-hari membuat pola makan, waktu istirahat hingga aktivitas fisik sering terabaikan. "Padahal ada tiga pilar utama kesehatan keluarga, yaitu pola makan yang baik, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup,” ujarnya.

Menurut Diana, tantangan menjaga kesehatan keluarga saat ini bukan hanya soal memilih makanan bergizi, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan sehat di rumah. Terlebih anak-anak cenderung mengikuti kebiasaan yang dilakukan orang tua setiap hari.

“Kalau orang tua terbiasa makan sayur, olahraga, dan hidup sehat, anak akan melihat itu sebagai sesuatu yang normal. Kebiasaan kecil seperti makan bersama tanpa gadget atau olahraga bersama di rumah ternyata sangat berpengaruh,” katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan nutrisi, Diana menekankan pentingnya asupan protein. Tidak hanya untuk anak-anak tapi juga untuk semua usia. Protein untuk anak membantu pertumbuhan, perkembangan otak, daya tahan tubuh, sampai pembentukan massa otot dan tulang. Kebutuhan nutrisinya tergantung fase pertumbuhan anak. Misalnya saat memasuki masa growth spurt atau percepatan pertumbuhan. kebutuhan protein dan nutrisi seimbang menjadi semakin penting.

Selain protein, susu merupakan salah satu sumber nutrisi penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Diana mengatakan anak usia sekolah masih disarankan mengonsumsi sekitar 400 mililiter susu per hari, sementara orang dewasa sekitar 200–300 mililiter per hari. “Yang penting jangan menggantikan jam makan utama. Jadi anak tetap makan dulu, baru susu bisa jadi pelengkap kebutuhan nutrisinya,” katanya.

Ghaeiza Kay Rasuffi berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |