Chatib Basri Bantah Bahas Posisi Menkeu saat Bertemu Prabowo

4 hours ago 1

ANGGOTA Dewan Ekonomi Nasional atau DEN, Muhammad Chatib Basri, membantah adanya pembicaraan dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai posisi Menteri Keuangan. Nama Chatib Basri ditengarai masuk dalam bursa calon Bendahara Negara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Adapun bantahan ini disampaikan Chatib Basri seusai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026.

Kata Chatib, agenda hari ini hanya membahas situasi perekonomian terkini. “Enggak ada. Masa… ini kami bahas soal ekonomi, kok,” ucap Chatib ketika ditanya apakah dirinya dipanggil untuk membicarakan posisi Menteri Keuangan.

Isu Purbaya Yudhi Sadewa akan meninggalkan posisi Menteri Keuangan santer beredar di media sosial beberapa waktu terakhir. Rumor reshuffle di antaranya mencuat di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Awak media lantas kembali mencoba mengkonfirmasi isu tawaran untuknya mengisi jabatan Menteri Keuangan. Namun, eks Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu hanya tertawa singkat dan menjawab, “Makasih, ya.”

Pertemuan di Istana dengan Presiden Prabowo turut dihadiri Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, dan jajaran anggota DEN lainnya, Septian Hario Seto, serta Mochammad Firman Hidayat. 

Dalam agenda itu, Chatib Basri memberikan laporan khusus terkait dengan perkembangan situasi makroekonomi. “Kami juga menyampaikan bahwa salah satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan rupiah,” kata Chatib seusai pertemuan dengan Presiden Prabowo.

Pada Senin, 8 Juni 2026, mata uang rupiah terdepresiasi hingga menembus level Rp 18.201 per dolar Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah. Menurut Chatib, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak langsung pada kelas menengah bawah.

Dewan Ekonomi pun memberikan saran agar kepercayaan terhadap pemerintah kembali tumbuh, termasuk melalui upaya efisiensi anggaran pada proyek yang menelan anggaran besar, seperti makan bergizi gratis.

“Apa yang harus dilakukan, termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah. Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG,” ujar Chatib.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |