Akhir Pelarian Pengasuh Ponpes Cabul Asal Pati

4 hours ago 2

TIM gabungan Kepolisian Resor Kota Pati dan Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan santrinya. Ashari ditangkap setelah sempat kabur ke beberapa daerah.

Petugas menangkap Ashari saat bersembunyi di sebuah petilasan di wilayah Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis dinihari, 7 Mei 2026. Penangkapan berlangsung sekitar pukul 4.00 WIB. 

Kapolres Wonogiri Ajun Komisaris Besar Wahyu Sulistyo mengatakan pihaknya memberikan dukungan dalam operasi penangkapan yang dipimpin tim gabungan dari Polresta Pati dan Polda Jawa Tengah. “Kami hanya mem-back up. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polresta Pati dan Polda Jawa Tengah. Saat ditangkap tersangka mengenakan pakaian dan celana pendek, lari, kemudian dapat diamankan,” ujar Wahyu saat ditemui wartawan di Markas Polres Wonogiri, Kamis, 7 Mei 2026.

Kepala Polres Wonogiri Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyu Sulistyo (tengah) menjelaskan tentang kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru olahraga berstatus ASN di salah satu SMP di Wonogiri, 7 Mei 2026. TEMPO/Septhia Ryanthie

Wahyu mengatakan saat ini Ashari masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Polresta Pati dan Polda Jawa Tengah. Menurutnya, koordinasi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama proses penangkapan berlangsung. Polisi berupaya mencegah munculnya informasi bohong yang dapat menghambat proses hukum.

“Kami berkolaborasi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat supaya masyarakat memahami bahwa yang diamankan adalah pelaku dugaan kejahatan seksual yang harus menjalani proses hukum,” kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan polisi mendalami kemungkinan adanya pihak yang membantu menyembunyikan tersangka selama berada di wilayah Purwantoro. Menurut dia, penyidik akan memastikan apakah pihak-pihak tersebut mengetahui status Ashari sebagai buronan kasus pidana. “Kalau tidak tahu tentu tidak ada masalah. Tapi kalau tahu lalu sengaja menyembunyikan, itu akan didalami,” ujarnya.

Jamal Abdun Nashr turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |