EFI Toding Tondok, Penanggung Jawab Klinik Tanaman Fakultas Pertanian IPB University, menanggapi konten di media sosial tentang penggunaan parasetamol untuk penyubur tanaman. Dia tidak menyarankan penggunaan obat manusia tersebut pada tanaman karena berisiko memicu dampak buruk jangka panjang yang belum diketahui, mulai dari mematikan organisme tertentu hingga memicu resistensi patogen.
“Parasetamol dibuat khusus untuk kesehatan manusia dan belum ada penelitian maupun data sama sekali yang membuktikan bahwa kandungan parasetamol dibutuhkan oleh tumbuhan atau bisa menyuburkan tanaman, khususnya cabai,” ungkap dia melalui keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Efi menjelaskan bahwa obat untuk manusia diaplikasikan sangat terbatas dalam dosis rendah yang sudah diukur agar aman untuk manusia. Jika digunakan pada tumbuhan, selain harganya jauh lebih mahal, keefektifannya sama sekali belum teruji.
"Parasetamol itu kan dibuat untuk kesehatan manusia, jadi belum ada penelitian yang dilakukan terhadap tumbuhan. Jadi, tidak disarankan penggunaannya pada tanaman. Kalau dikatakan menyuburkan tanaman, menggunakan pupuk khusus tanaman akan lebih baik, bisa pakai pupuk kandang, itu akan lebih baik daripada parasetamol," ucap Efi.
Ia tidak menyangkal ada beberapa senyawa seperti asam salisilat pada obat-obatan untuk manusia yang juga dibutuhkan tumbuhan untuk meningkatkan ketahanannya. Namun, formula untuk manusia jauh lebih murni dan mahal. Selain itu, penggunaan di area luas juga berbahaya.
"Tapi kalau mempergunakan untuk tumbuhan, apalagi dalam area yang luas, bisa menimbulkan dampak yang belum kita ketahui. Misalnya membuat organisme-organisme tertentu mati atau menyebabkan resistensi terhadap obat-obat yang malah menjadikan si mikroorganisme itu, yang mungkin adalah patogen manusia, resisten terhadap obat," katanya.
Oleh karena itu, Efi menyarankan agar masyarakat tetap menggunakan pupuk yang diformulasikan untuk tumbuhan karena sudah diteliti keamanannya bagi lingkungan, tumbuhan, serta konsumen. Sebagai alternatif murah, aman, dan mudah didapat, masyarakat disarankan memanfaatkan bahan rumah tangga biasa.
"Bila untuk tanaman dalam jumlah sedikit yang di halaman, tanaman-tanaman dalam pot misalnya, bisa memupuk dengan bahan yang mudah yang biasa kita buang-buang seperti hasil cucian beras. Itu akan sangat baik untuk nutrisi tanaman. Jadi, jangan gunakan obat-obat untuk manusia digunakan pada tumbuhan karena risikonya akan lebih banyak, yang belum kita lihat saat ini," kata dia.
















































