DI balik kesibukannya sebagai musisi, Tohpati ternyata punya cara sederhana untuk menikmati hidup, yakni kulineran bersama keluarga, terutama sang istri. Bukan sekadar makan, momen ini jadi waktu berkualitas yang selalu dinantikan di tengah rutinitas yang padat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Alih-alih berburu restoran mewah, Tohpati justru lebih sering menikmati waktu santai dengan aktivitas ringan seperti bersepeda di akhir pekan, lalu ditutup dengan makan bersama. “Yang penting bareng keluarga," ucap Tohpati kepada Tempo, Rabu, 22 April 2026.
Bagi pelantun "Jejak Langkah yang Kau Tinggal" ini, makanan bukan soal gaya hidup atau tren semata. Ia mengaku cukup fleksibel soal selera tidak terlalu pemilih selama makanan tersebut matang dan bisa dinikmati.
Namun, ada satu hal yang menarik, urusan eksplorasi kuliner sering kali “diwakilkan” oleh sang istri, Ratih Mustikawati. "Jadi istri saya biasanya lebih dulu mencoba tempat makan baru, termasuk yang sedang viral di Blok M misalnya sebelum saya coba," imbuh dia.
Meski begitu, hasilnya tidak selalu sesuai ekspektasi. “Kadang menurut istri enak, tapi pas dicoba, ternyata biasa saja,” ungkapnya santai. Namun, dinamika itulah yang justru menjadi bagian seru dalam perjalanan kuliner mereka.
Soal selera, Tohpati punya preferensi yang cukup spesifik. Ia mengaku menyukai makanan Jepang, terutama sushi, meski tetap memilih yang sesuai dengan seleranya.
Selain itu, kuliner Thailand juga jadi favoritnya. Menu seperti mango sticky rice hingga hidangan segar khas Thailand menjadi pilihan yang sering bikin kangen. Sebaliknya, ia kurang cocok dengan makanan Korea, yang menurutnya memiliki rasa yang tidak sesuai dengan lidahnya.
Meski terbuka dengan berbagai jenis kuliner, Tohpati tetap tidak bisa lepas dari makanan Indonesia. Beberapa menu favoritnya justru datang dari hidangan yang dikenal “berat” dan kaya rasa, seperti rawon dengan kuah hitam khas Jawa Timur dan olahan bebek goreng yang gurih, meski kini mulai ia kurangi karena kandungan minyaknya.
Menariknya lagi, Tohpati bukan penggemar kopi hitam. Ia justru lebih menikmati kopi dalam bentuk yang lebih ringan, seperti kopi susu dengan tambahan susu ekstra. "Salah satu yang sering aku beli itu Kopi Tuku, malah jadi langganan, termasuk istri juga suka, kalau suka yang kopi susu," ungkapnya.
Ia menyukai rasa manis yang tidak berlebihan, dan lebih tertarik pada sensasi creamy dibanding pahitnya kopi. Bahkan, ia mengaku lebih menikmati aroma kopi daripada rasanya.
















































