Kata OJK soal Tingginya Kredit Menganggur di Perbankan

1 day ago 5

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit menganggur di bank alias undisbursed loan masih tinggi, per Mei 2026 tercatat sebesar Rp 2.575 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan angka undisbursed loan yang relatif tinggi saat ini menunjukkan potensi ekspansi usaha.

Pemanfaatan kredit yang belum tersalur ini diyakini akan mendongkrak pertumbuhan kredit ke depan. "Ini menunjukkan potensi pemanfaatan ekspansi usaha sesuai dengan timeline yang dimiliki, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan kredit di masa mendatang,” ucap Dian lewat jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner Bulanan yang dikutip Kamis, 23 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Undisbursed loan merupakan fasilitas pinjaman yang telah disetujui bank namun belum ditarik oleh debitur. Berdasarkan jenis kelompok bank, posisi undisbursed loan hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 545 triliun di Bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sedangkan Rp 1.664 triliun tercatat di Bank Swasta Nasional.

Dian menyatakan nilai itu dalam bentuk committed loan maupun uncommitted loan. Adapun porsi terbesar dalam undisbursed loan berasal dari Kredit Modal Kerja, yakni 54,33 persen. “Menunjukkan bahwa fasilitas kredit tersebut sebagian besar disiapkan untuk mendukung kegiatan produktif dunia usaha,” ujarnya.

Realisasi penarikan kredit yang dilakukan secara bertahap juga mencerminkan sikap kehati-hatian pelaku usaha dalam mengelola kebutuhan pendanaannya di tengah dinamika perekonomian. Ia menyatakan, tren perkembangan pertumbuhan ekonomi dan tingkat kepercayaan pelaku usaha yang terjaga serta kondisi pasar yang terus positif dan stabil. Sehingga pertumbuhan kredit diproyeksikan dapat terus meningkat untuk mendorong pertumbuhan sektor riil.

Adapun laporan terkini Bank Indonesia mencatat per Juni 2026 angka undisbursed loan mencapai Rp 2.490 triliun atau 21,52 persen dari plafon kredit yang tersedia. Menurut BI, masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan itu mendukung prospek pertumbuhan kredit. Bank sentral memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 akan berada pada kisaran 8 sampai 12 persen.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |