KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengecam penyekapan dan penyiksaan yang dialami oleh seorang perempuan berinisial YTR. Pelaku merupakan kekasih korban bernama Taufik Hidayat.
Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menilai kasus tersebut menjadi bukti kekerasan terjadi dalam relasi pacaran. "Kekerasan dalam pacaran sering dianggap tabu dibicarakan, namun merupakan bagian dari realitas sosial," ucap Veronica, pada Rabu, 24 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Veronica, aparat dan masyarakat tidak boleh menormalisasi kekerasan dalam relasi pacaran. Musababnya, kata Veronica, selama ini korban kekerasan dalam hubungan romansa justru sering disalahkan atas insiden yang menimpanya.
Veronica mendesak kepolisian memakai Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dalam mengusut kasus tersebut. "Undang-undang yang berperspektif kepada korban," kata Veronica saat ditemui wartawan di Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Kepolisian diketahui baru saja meringkus Taufik di wilayah Majalaya, Bandung. Pria itu ditangkap pada Selasa malam setelah dicari selama lebih dari dua pekan. "Iya (ditangkap)," ujar Kapolda Jawa Barat Inspektur Jendral Rudi Setiawan saat dikonfirmasi oleh Tempo lewat pesan singkat, pada Selasa malam, 23 Januari 2026.
Menurut Rudi, Taufik sempat kabur ke wilayah Tangerang, Banten. Sesampainya di sana, Taufik justru merasa tidak aman dan kebingungan. Dia lalu memutuskan kembali dan menuju rumah kerabatnya di Kecamatan Majalaya, Bandung.
Rudi mengatakan, keberadaan pelaku berhasil terlacak melalui transaksi yang dilakukannya secara daring. "Ini menjadi petunjuk buat kita. Oleh sebab itu, para tim yang bertugas di Majalaya tetap berada di sana," tutur Rudi seperti dilansir dari Antara.
Tim penyidik kala itu berpencar untuk mencari Taufik di sekitar wilayah perumahan di Majalaya. Kepolisian akhirnya menemukan Taufik pada malam harinya dan langsung menangkap lalu membawanya ke Markas Polda Metro Jaya.
Rudi memastikan sejauh ini tidak ditemukan keterlibatan pihak lain yang membantu pelaku bersembunyi selama dalam pelarian. “Yang kita lihat ini pergerakannya sendiri, tidak ada bantuan orang lain," kata Rudi.
















































