Iklan
Info Event – MORA Group berkomitmen memperkuat industri pariwisata nasional melalui pengembangan jaringan hotel, ekspansi global, dan pembentukan ekosistem bisnis hospitality terintegrasi. Komitmen tersebut disampaikan Founder dan CEO MORA Group, Andhy Irawan, di acara HAM x MORA Group bertajuk "Seduluran Saklawase" di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.
Andhy menyampaikan, saat ini MORA Group mengelola enam hotel yang telah beroperasi dan enam proyek lainnya dalam tahap pengembangan. Secara keseluruhan, perusahaan tengah menjalankan 12 proyek properti yang dipilih secara selektif.
Pada 2026, MORA Group dijadwalkan meresmikan hotel di Ciwidey, Bandung pada April dan di Palu, Sulawesi Tengah pada November. Selanjutnya, ekspansi properti akan berlanjut ke Jakarta, Palembang, Balikpapan, dan Pasuruan dengan target penyelesaian bertahap pada periode 2027-2028.
Dalam pengembangan bisnis, MORA Group menjalin kerja sama strategis dengan pemodal asal Jepang yang berfokus pada investasi hotel bintang lima di Indonesia. Menurut Andhy, nilai investasi untuk satu proyek hotel bintang lima dapat mencapai sekitar Rp 1 triliun, menyesuaikan harga lahan dan biaya konstruksi.
Melalui kolaborasi tersebut, MORA Group menargetkan pengembangan sekitar 500- 700 kamar dengan fokus utama di Jakarta. Sementara pengembangan di Surabaya dirancang dalam skala lebih kecil, sedangkan di Bali difokuskan pada pembangunan vila.
Selain memperkuat pasar domestik, MORA Group juga menyiapkan ekspansi internasional melalui joint venture di Arab Saudi, khususnya Jeddah dan Mekkah. MORA Group berencana mengakuisisi properti di Jepang dan menjajaki peluang investasi di Dubai.
Andhy menegaskan, strategi ekspansi perusahaan tidak semata mengejar pertumbuhan jumlah properti, melainkan mengedepankan kualitas. Dalam lima tahun ke depan, MORA Group menargetkan pengembangan minimal 30 properti dengan standar layanan yang terjaga.
Di luar bisnis perhotelan, MORA Group mengembangkan sejumlah divisi usaha pendukung yang terintegrasi dalam ekosistem bisnis perusahaan. Divisi tersebut meliputi teknologi informasi, Food & Beverage (F&B), commercial services, konstruksi, dan MORA Academy.
Pada divisi teknologi, perusahaan mengembangkan sistem operasional internal berbasis dashboard terpadu untuk memantau kinerja bisnis secara real-time, mulai dari absensi karyawan, pendapatan, hingga laporan operasional jaringan properti dan outlet.
Sementara itu, divisi F&B dikembangkan sebagai entitas independen dengan menghadirkan konsep kopi dan pastry bernama “Hermier Coffee” yang menyasar segmen pasar generasi muda. Brand tersebut ditargetkan berekspansi ke bandara dan kota-kota besar di Indonesia.
Untuk memperkuat struktur bisnis, MORA Group telah membentuk holding yang terdiri atas MORA Hospitality, MORA Technology, MORA Commercial, MORA Academy, MORA Capital, dan MORA Construction. Perusahaan juga akan mengembangkan super holding di masa depan.
Menurut Andhy, fokus utama MORA Group saat ini adalah membangun sistem yang kuat, menyiapkan sumber daya manusia di setiap lini bisnis, serta memastikan seluruh unit usaha berjalan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
“Visi kami bukan menjadi grup terbesar, melainkan menjadi perusahaan yang dipercaya para stakeholder. Kepercayaan merupakan aset utama dalam membangun bisnis jangka panjang,” ujarnya. (*)

















































