JEMARI tangan kiri Oele Pattiselanno menari-menari menekan fret demi fret di gitarnya sembari memainkan lagu “Samba for Carmen”. Aksi panggung pembukanya itu dimulai pukul 16.15 WIB di Java Jazz Festival Stage di NICE PIK 2, Tangerang pada Jumat, 29 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Selama satu jam berlangsung, jemarinya yang keriput masih lincah memainkan gitar ditemani pengiring band yang berisikan tiga brass section, seorang keyboardis, seorang penabuh drum dan gitaris.
Gitaris jazz bernama asli Julius Sjoerd Pattiselanno lahir pada 24 April, 80 tahun silam, kemudian berguru gitar kepada Piet Pattiselanno, ayahnya sendiri yang juga pemimpin grup Rame Dendang di Surabaya. Meski usianya telah 80 tahun, Oele Pattiselanno masih produktif dan terakhir meluncurkan album penghormatan penuh bertajuk Ode to You dengan menggandeng Dewa Budjana dan Tohpati.
Gitaris jazz Indonesia, Oele Pattiselanno, tampil dalam perhelatan Java Jazz Festival 2026 di Nusantara International Convention Exhibition, Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang, Banten, 29 Mei 2026. Tempo/Martin Yogi Pardamean
Setelah memainkan lagu pertama, ia kemudian menyapa penonton yang mengisi kursi-kursi berwarna merah di hadapannya. “Selamat sore semuanya. Saya membawa beberapa pemain muda-muda semua untuk menemani saya di atas panggung,” katanya.
Kemudian ia memetik gitarnya memainkan “Stella by Starlight” dari album Plays Standards yang dirilis pada 2005 silam. Lagu berdurasi 6 menit 35 detik itu dimainkan dengan lugas di atas panggung.
“Lagu berikutnya ini saya ciptakan sendiri dan untuk anak saya, ada di album terbaru saya,” tuturnya. Kemudian Oele memainkan lagu “Song for Geva”, selama selama lima menit lebih. Tak berhenti di situ, ia lanjut memainkan, masih secara instrumen, lagu “Bayou Bottom” dengan memanggil gitaris tambahan yang masih muda, untuk bersahut-sahutan dengan suara gitarnya sendiri.
Gitaris jazz Indonesia, Oele Pattiselanno, tampil dalam perhelatan Java Jazz Festival 2026 di Nusantara International Convention Exhibition, Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang, Banten, 29 Mei 2026. Tempo/Martin Yogi Pardamean
Saat Oele membuka aksi pangungnya, hanya ada belasan orang yang mengisi kursi di depannya. Namun setelah 30 menit berjalan, kursi-kursi kosong yang dingin itu mulai dipadati penonton Java Jazz Festival 2026 sembari memperhatikan permainan Oele.
Oele pun melanjutkan dengan lagu “Remember March” yang ada di album terbarunya. Lagu itu versi rekaman berduet dengan Tohpati dan Dewa Budjana. Namun di atas panggung kali ini tak kalah menarik sebab keyboardis Gabriella Miranda memainkan bagiannya dengan cemerlang.
“Oke terima kasih kepada Java Jazz karena sudah mengundang grup kami untuk mengisi acara ini. Terima kasih buat kalian yang sudah menonton pertunjukan ini,” katanya. Kemudian ia menuntaskan aksi panggungnya dengan “Easy Days” ciptaan Tohpati. Di akhir lagu, ia sejenak menghentikan permainannya, hingga dilanjutkan dengan musik jazz yang kencang.

















































