MUSISI beraliran samba rock Jo Soegono tampil perdana di Java Jazz Festival 2026. Penyanyi berusia 23 tahun itu meramaikan panggung Energizing Indonesia Java Jazz di NICE PIK 2, Tangerang pada Jumat, 29 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Jo Soegono tahun lalu merilis debut albumnya bertajuk Prof Jo yang berisikan sembilan lagu sekaligus pelengkap mini albumnya yang dirilis pada November 2023. Sehingga untuk penampilan kali ini, ia lebih banyak membawa lagu-lagu dari albumnya.
Tampil selama satu jam sejak pukul 17.15 WIB, Jo Soegono membawakan total 13 lagu. Aksi panggungnya dimulai dengan nomor pembuka di album Prof Jo, bertajuk “Dunia”. Setelahnya ia melanjutkan aksi panggungnya dengan lagu “Awan Abu” dan “Kemarin Ia Cinta” masih dari album yang sama.
Keunikan Jo Soegono menyanyikan bait liriknya dengan bahasa campuran urban Jakarta dan Indonesia Timur, membuat penonton betah berada di arena panggung untuk menyaksikan penampilannya.
Musisi jazz Jo Soegono tampil dalam perhelatan Java Jazz Festival 2026 di Nusantara International Convention Exhibition, Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang, Banten, 29 Mei 2026. Tempo/Martin Yogi Pardamean
Referensi musik Brasil era 1970-an dan samba sangat kental di lagu-lagunya, termasuk saat ia melantunkan lagu “Mati Rasa” dan dilanjutkan dengan lagu “Lepas Kendali”. Selain itu, nuansa Indonesia Timur pun amat kental dalam lagu “Sayange” dan “Sio Nona” yang membuat penonton menari-nari kecil pada sore yang mendung.
Jo Soegono kemudian memainkan “Badanku” sembari bolak-balik mengambil dan meletakkan gitar kesayangannya. Di tengah lagu, saat musik perlahan melambat, ia menyapa penonton. “Bagaimana kabarnya semua? Apa yang kalian rasakan? Saya sangat mengapresiasi kalian menonton saya. Terima kasih banyak,” katanya yang diiringi sahutan dan tepuk tangan dari penonton.
Aksi panggungnya tak berhenti di situ, ia kemudian melantunkan lagu terbarunya “Kasi Kasi Kasi” yang rilis pada 2026, dilanjutkan dengan single terbarunya lagi “Rasarasa”. “Ini lagu baru saya yang akhirnya sudah rilis. Ini dibuatnya sudah lama dari 2024, jadi saya sangat senang dengan lagu ini. Semoga kalian menikmatinya,” tuturnya.
Jo Soegono pun melanjutkan dengan lagu “Kurela” dan disusul tembang “Hujan Deras” sebelum mengakhiri penampilannya. “Kita sudah ada di ujung acara, saya sangat apresiasi ini kali pertama kali di Java Jazz, ada banyak banget talenta di sini. Tuhan memberkati kalian semua,” ujarnya. Lalu ia mengakhiri panggungnya dengan lagu “Mambo Chacha”.

















































