Prasasti: Pemerintah Punya Ruang Sesuaikan Harga Pertamax

2 hours ago 3

LEMBAGA kajian independen (think tank) Prasasti Center for Policy Studies menilai pemerintah kini punya ruang menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax imbas harga minyak dunia mulai melandai. Harga minyak mentah global hingga Selasa, 23 Juni 2026 telah turun ke level US$ 77 per barel.

Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, menilai pemerintah bisa menyesuaikan harga mengikuti harga pasar, sekaligus menjaga BBM bersubsidi tetap tepat sasaran. "Penurunan harga minyak dunia membuka ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga Pertamax. Penyesuaian ini bukan mengembalikan ke harga lama, melainkan menurunkan secara wajar mengikuti perkembangan pasar,” ucapnya lewat keterangan tertulis pada Selasa, 23 Juni 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mengutip Trading Economics, harga minyak mentah Brent turun ke level sekitar US$ 77,2 per barel pada Selasa, 23 Juni 2026, melanjutkan penurunan pada sesi sebelumnya. Penurunan harga minyak ke level terendah dalam tiga bulan ini terjadi seiring tanda-tanda kemajuan perundingan damai antara Amerika Serikat dan iran.

Dinamika geopolitik antara dua negara itu membuat harga minyak dunia bergerak fluktuatif sepanjang  tahun 2026. Ketegangan di antara dua negara itu sempat mengerek harga minyak mentah hingga menembus US$ 120 per barel. Pada perdagangan 22 Juni 2026, harga Brent bergerak di kisaran US$ 80 per barel dan mulai melandai.

Menurut Piter, penyesuaian harga Pertamax penting untuk mencegah perpindahan konsumen ke Pertalite. Sebab, gejala ini sudah terlihat di lapangan. Antrean Pertalite yang memanjang menandakan sebagian konsumen sudah beralih ke BBM subsidi. “Kalau dibiarkan, kuota Pertalite yang terbatas bisa tidak mencukupi. Pasokan dan permintaan tidak lagi cocok. Risikonya bisa terjadi kelangkaan BBM," ujarnya.

Ia juga menilai perbaikan penyaluran BBM subsidi harus berjalan seiring. Pemerintah perlu memastikan distribusi Pertalite tetap tepat sasaran. Sejalan dengan itu, mekanisme penyaluran BBM subsidi harus diperbaiki agar BBM subsidi benar-benar sampai kepada yang berhak.

Momen melandainya harga minyak dunia itu, kata Piter, dapat dimanfaatkan secara cermat oleh pemerintah. Penyesuaian harga Pertamax dapat meredam perpindahan konsumen ke BBM subsidi, sedangkan penjagaan harga subsidi yang lebih tepat sasaran menutup celah kebocoran. 

Ia juga menyarankan perbaikan bauran energi dan disiplin belanja untuk menjaga APBN tetap sehat di tengah ketidakpastian global. "Di tengah gejolak ini, keberanian untuk efisiensi dan penyusunan kembali program prioritas justru menjadi modal agar APBN kita lebih kebal terhadap guncangan,” ujar Piter.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyatakan harga BBM nonsubsidi berpotensi turun seiring dengan pergerakan harga minyak dunia. “Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun, sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan makin kuat,” kata Purbaya saat rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Senayan, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |