KEPOLISIAN Resor (Polres) Boyolali menyelidiki kematian seorang perempuan, warga Dukuh Jantir, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berinisial A, 57 tahun. Pihak keluarga merasa kematian A janggal karena sebelumnya menyantap sate ayam yang dikirim orang tak dikenal melalui jasa ojek online.
Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polres Boyolali, Bidang Kedokteran dan Kesehatan, dan Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah telah melakukan ekshumasi makam korban pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kapolres Boyolali Ajun Komisaris Besar Indra Maulana Saputra menjelaskan ekshumasi dilakukan setelah pihak keluarga melaporkan kejanggalan kematian korban pada 25 Mei 2026. "Ekshumasi kami lakukan untuk menindaklanjuti laporan dari anak korban," kata Indra saat memberikan keterangan kepada wartawan di Boyolali, Senin, 1 Juni 2026.
Korban ditemukan tewas di rumahnya oleh anaknya pada 19 Mei 2026. Saat itu keluarga langsung memakamkan korban karena merasa tidak ada kejanggalan.
Sepekan setelah pemakaman, keluarga mendapat informasi jika korban sempat menerima kiriman paket sate ayam sebelum meninggal. Berangkat dari informasi ini, anak korban memutuskan lapor ke polisi.
Kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, mengungkapkan pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik selesai dilakukan. "Dalam kasus ini kami tidak menuduh siapa pun dan tetap menjunjung asas praduga tidak bersalah," ujar Wiwik.
Ia berharap kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian korban yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Menurutnya, ekshumasi, pemeriksaan saksi, penyitaan barang bukti, hingga pengujian laboratorium merupakan langkah penting untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Wiwik Dwi Habsari mengatakan dalam pemeriksaan saksi oleh Polres Boyolali terungkap fakta adanya laporan lima ekor ayam yang diduga mati setelah memakan sisa sate yang dibuang.
“Ini sudah menjadi kewenangan kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian, apakah karena keracunan atau ada unsur lain,” ujar Wiwik.
Berdasarkan informasi keluarga, sate ayam tersebut dibeli oleh seseorang di wilayah Pandean, Ngemplak, lalu dikirim melalui ojek online ke rumah korban.
Pengirim menggunakan nama inisial L, anak kedua korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi pembelian sate. Namun, L mengaku tidak pernah memesan ataupun mengirim makanan tersebut kepada ibunya.
Sebelum mengonsumsi sate, korban sempat menghubungi L untuk menanyakan asal kiriman tersebut. Karena tidak mengetahui pengirimnya, L sempat menyarankan agar ibunya berhati-hati dan tidak memakannya terlebih dahulu.
AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. “Apakah ada tanda-tanda kekerasan atau penyebab lain, kami belum bisa menyimpulkan. Indikasinya banyak, bisa karena sakit, serangan jantung, atau lainnya. Kami masih menunggu,” ujarnya.
Mengenai bangkai ayam yang diduga mati setelah mematuk sisa sate, Indra mengatakan barang bukti tersebut masih diperiksa di laboratorium. Namun, ia menilai ayam itu belum tentu bisa menjadi petunjuk pasti, karena merupakan ayam liar.
“Bisa saja ayam itu makan di tempat lain lalu memakan sisa sate tersebut. Ayam liar makannya apa saja,” ujarnya.
















































