HALO, pembaca nawala Cek Fakta Tempo!
Surat elektronik atau email kini menjadi jantung identitas digital. Perannya krusial; mulai dari korespondensi pribadi, prasyarat akses perbankan, pendidikan, hingga pintu masuk berbagai platform media sosial. Namun, ketergantungan tinggi pada email menjadikannya sasaran empuk peretasan. Sekali akun email dikuasai, peretas dengan mudah membobol akun keuangan hingga menyebarkan konten berbahaya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Laporan lembaga teknologi IBM menyebut keamanan email sebagai benteng utama pertahanan organisasi. Tanpa perlindungan ketat, email menjadi titik terlemah yang bisa meruntuhkan seluruh sistem keamanan.
Agar tetap aman, simak langkah taktis mengamankan surat elektronik berikut:
- Perkuat Kata Kunci (password)
Hindari kata sandi yang mudah ditebak atau berkaitan dengan informasi personal seperti tanggal lahir, nama hewan peliharaan, atau nama anak. Gunakan minimal 12 karakter yang mengombinasikan huruf besar-kecil, angka, serta karakter khusus. Manfaatkan fitur pengelola kata sandi (password manager) untuk menyimpan kode-kode rumit tersebut tanpa perlu menghafalnya secara manual.
- Melapisi dengan Otentikasi Dua Faktor (2FA)
Fitur 2FA mewajibkan pengguna memberikan dua identitas unik selain kata sandi. Lapisan ganda ini menghalangi peretas masuk meski mereka telah mengantongi kata sandi Anda. Gunakan aplikasi autentikator atau passkey sebagai pilihan yang lebih aman dibandingkan kode OTP melalui SMS yang rentan terhadap teknik penyadapan.
Penyedia layanan resmi tidak akan pernah meminta kata sandi Anda melalui email atau telepon. Permintaan semacam ini hampir dipastikan merupakan upaya penipuan. Jangan pernah mengungkapkan kata sandi kepada siapa pun dan hindari mencatatnya di tempat yang mudah diakses orang lain.
Jaringan Wi-Fi gratis di tempat umum sering kali menjadi pintu masuk peretasan. Saat mengakses jaringan yang tidak terpercaya, peretas dapat mengintip lalu lintas data termasuk kata sandi Anda. Jika terpaksa menggunakannya, aktifkan Virtual Private Network (VPN) untuk mengenkripsi koneksi Anda.
- Jangan klik sembarang tautan
Jangan asal mengeklik tautan, tombol, atau mengunduh berkas dari email yang menjanjikan diskon atau tawaran menggiurkan. Modus peretasan saat ini banyak menggunakan berkas PDF atau tautan yang telah ditanam virus (malware). Selalu verifikasi identitas pengirim sebelum melakukan interaksi apa pun.
Dari tips di atas, keamanan email mana yang telah Anda terapkan?
Ada Apa Pekan Ini?
Dalam sepekan terakhir, klaim yang beredar di media sosial memiliki beragam isu, mulai dari isu internasional, politik,hukum, hingga kesehatan. Buka tautannya ke kanal Cek Fakta Tempo untuk membaca hasil periksa fakta berikut:
- Benarkah Menag Minta Warga Setor Dana Kurban ke Baznas?
- Benarkah Prabowo Diundang Jembatani Dialog Iran, Amerika, dan Israel?
- Benarkah Putin Sindir Negara Muslim yang Tak Bela Iran dan Palestina?
- Benarkah Jahe, Kunyit, Kencur, dan Serai Bersihkan Paru-paru dari Asap Rokok?
Kenal seseorang yang tertarik dengan isu disinformasi? Teruskan nawala ini ke surel mereka. Punya kritik, saran, atau sekadar ingin bertukar gagasan? Layangkan ke sini. Ingin mengecek fakta dari informasi atau klaim yang anda terima? Hubungi Tipline kami.
Ikuti kami di media sosial:














































