Iran Membawa 71 Delegasi untuk Negosiasi di Pakistan

4 hours ago 2

DELEGASI Iran akan bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Sabtu 11 April 2026. Selanjutnya mereka akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat pada sore di hari yang sama. 

Kementerian Luar Negeri Pakistan pada hari Jumat 10 April 2026 mengkonfirmasi kedatangan delegasi Iran untuk berpartisipasi dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat dan menyatakan harapan untuk dialog yang konstruktif.

Menurut Kantor Berita Tasnim yang dilansir Middle East Eye, rombongan delegasi Iran berjumlah 71 orang untuk perundingan dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan. 

Laporan tersebut menyebutkan bahwa rombongan itu mencakup tim utama perunding, serta komite teknis dan tim ahli untuk mendukung proses konsultasi. Selain itu ada pula perwakilan media serta personel protokol dan keamanan.

Dilansir dari Sputnik Internasional, Tim Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran. Iran pun membawa beberapa petinggi negaranya. Ada Menteri Luar Negeri Araghchi yang fokus di bidang politik. Ada Gubernur Bank Sentral Hemmati di bidang ekonomi, dan Laksamana Muda Ahmadian  yang fokus urusan militer, serta Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi  yang fokus di bidang hukum.

Sebaliknya, menurut laporan Fars News, tim Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance. Tim Amerika Serikat memboyong sekitar 300 staf untuk perundingan itu. Selain Vance, hadir pula utusan khusus Trump Steve Witkoff, dan menantu Trump Jared Kushner dalam perwakilan Negeri Paman Sam itu. Para negosiator AS akan didampingi oleh para ahli dari Dewan Keamanan Nasional AS, Departemen Luar Negeri, dan Pentagon.

JD Vance. Shutterstock

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Pakistan berharap agar seluruh pihak dapat terlibat secara konstruktif dan mencapai solusi damai yang berkelanjutan.

Perang Iran disebut telah memicu guncangan besar pada pasokan minyak global, mengganggu produksi energi di kawasan Teluk, serta memicu kekhawatiran inflasi, krisis pangan, dan risiko resesi global.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyebut perundingan ini sebagai momen krusial yang akan menentukan apakah gencatan senjata sementara dapat berkembang menjadi perdamaian jangka panjang.

Putri Maharani Kristiana berkontribusi dalam artikel ini. 
Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |