Jepang Tambah Pelepasan Cadangan Minyak Mulai Mei

5 hours ago 5

PERDANA Menteri Jepang Sanae Takaichi memastikan pemerintah akan kembali melepas cadangan minyak strategis mulai awal Mei 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah ketidakpastian di Timur Tengah, terutama terkait keamanan jalur distribusi minyak.

Menurut laporan The Japan Times, Jepang mulai menguras cadangan minyaknya sejak Maret lalu. Langkah itu dilakukan untuk meredam lonjakan harga yang dipicu terganggunya pasokan akibat konflik di kawasan tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Cadangan Energi Jepang

Dalam pernyataannya pada Jumat, 10 April, Takaichi mengatakan pemerintah akan melepas cadangan setara konsumsi sekitar 20 hari. “Untuk memastikan pasokan minyak mentah yang stabil, kami akan melepas mulai awal Mei setara sekitar 20 hari cadangan minyak dari cadangan nasional,” ujarnya dalam rapat pemerintah yang membahas respons terhadap konflik Timur Tengah.

Sebelumnya, pemerintah juga telah memanfaatkan cadangan sektor swasta setara 15 hari konsumsi. Jepang merupakan negara dengan ketergantungan tinggi terhadap impor energi. Sekitar 95 persen impor minyak Jepang berasal dari Timur Tengah. 

Cadangan minyak juga dikelola secara bersama dengan negara produsen seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Dalam kondisi normal, minyak tersebut digunakan untuk kepentingan komersial. Namun dalam situasi darurat, perusahaan Jepang disebut memiliki hak prioritas untuk mengaksesnya.

Ketidakpastian Selat Hormuz

Dilansir Kyodo News, pemerintah Jepang mempertimbangkan pelepasan tambahan karena ketidakpastian terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz, meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata sementara.

Gencatan senjata tersebut berlaku selama dua pekan dan dicapai menjelang batas waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Namun, kondisi di lapangan masih belum stabil. Jalur tersebut belum dipastikan beroperasi normal seperti sebelum konflik, di tengah berlanjutnya serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah di Libanon.

Kementerian industri Jepang menilai penutupan efektif selat tersebut masih mungkin terjadi. Karena itu, pemerintah bersiap menambah pelepasan cadangan jika diperlukan.

Target Pasokan dan Koordinasi Global

Pemerintah Jepang menargetkan dapat menyalurkan sekitar 80 juta barel minyak ke pasar, setara 50 hari konsumsi domestik. Pasokan itu berasal dari cadangan negara, sektor swasta, serta negara produsen di kawasan Teluk. Cadangan minyak milik negara sendiri, setara 30 hari konsumsi, dijadwalkan selesai dilepas dari 11 lokasi penyimpanan hingga akhir April.

Langkah Jepang ini sejalan dengan kebijakan negara anggota International Energy Agency. Pada 11 Maret negara-negara anggota IEA sepakat melepas cadangan minyak untuk menahan lonjakan harga. Negara-negara tersebut telah mulai melepas lebih dari 400 juta barel minyak sejak pertengahan Maret.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |