Pemkot Bontang Bawa Kampung KB Bestari ke Tingkat Nasional

6 hours ago 4

INFO NASIONAL - Pembangunan kualitas sumber daya manusia yang berawal dari ketahanan keluarga selalu menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Bontang dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Komitmen tersebut dibuktikan dengan pencapaian gemilang Kampung KB Bestari (Belimbing Sejahtera Lestari) Kelurahan Belimbing yang mewakili Kota Bontang dalam Wawancara Pemutakhiran Kampung KB Tingkat Nasional Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN ini diikuti secara virtual dari Ruang Rapat Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, pada Kamis, 11 Juni 2026. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni hadir memberikan komitmen langsung via daring, didampingi Pj Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, Ketua TP PKK Kota Bontang, Kepala DP3AKB Bahtiar Mabe, Camat Bontang Barat, Lurah Belimbing, serta perwakilan mitra CSR yang hadir secara luring.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Di hadapan dewan juri nasional, Neni menegaskan dukungan mutlak Pemkot Bontang terhadap penguatan delapan fungsi keluarga dan percepatan penurunan stunting terpadu. “Kami berkomitmen memperkuat pembangunan keluarga melalui kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan masyarakat, dan berbagai program inovatif agar kualitas hidup warga terus meningkat,” kata Neni.

Pemkot mempresentasikan deretan inovasi jitu, seperti SIDAYA (Sekolah Lansia Berdaya), GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia, dan TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). Sebagai bentuk apresiasi terhadap ujung tombak program kependudukan, pemerintah telah menaikkan insentif bagi 514 kader Bangga Kencana dan IMP dari Rp250 ribu menjadi Rp1 juta setiap bulannya.

Keberhasilan kolaborasi lintas sektor ini dijabarkan oleh Lurah Belimbing. Sejak dibentuk pada 2022, Kampung KB Bestari yang mencakup 51 RT, 12.075 jiwa, dan 3.992 KK ini telah didukung oleh APBN, APBD, CSR perusahaan, Baznas, hingga swadaya murni masyarakat.

Beragam prestasi gemilang pun ditorehkan. Produk UMKM warga sukses menembus pasar Kamboja, dan kesertaan KB modern meningkat pesat dari 51,6 persen menjadi 63,3 persen. Indeks Pembangunan Keluarga turut terkerek dari 56,7 persen menjadi 73,6 persen.

Dalam sesi dialog, dewan juri mengapresiasi upaya homecare dan bantuan nutrisi yang sukses menekan jumlah anak stunting di kelurahan tersebut dari 101 menjadi 95 anak, demi mendukung target prevalensi stunting Bontang di bawah 10 persen. (*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |