INDONESIA menargetkan empat medali emas pada Asian Games 2026 di Aichi dan Nagoya, Jepang, yang berlangsung pada 19 September-4 Oktober 2026. Target itu lebih rendah dibanding tujuh medali emas yang diraih pada Asian Games 2023 karena sejumlah nomor andalan Indonesia tidak lagi dipertandingkan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan penurunan target dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan nomor pertandingan. Menurut dia, pemerintah ingin menetapkan target yang realistis. "Targetnya tentu mesti realistis, kurang lebih empat emas. Kalau dulu tujuh, tetapi dulu tujuh itu sendiri ada tiga nomor yang sudah tidak dipertandingkan lagi di Asian Games seperti menembak dan dayung," kata Erick di Gedung Kemenpora, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Erick enggan mengungkap cabang olahraga yang diproyeksikan menjadi penyumbang medali emas. Menurut dia, pemerintah tidak ingin membuka strategi kepada negara pesaing. "Jadi kita juga tidak boleh lugu di mana kita membuka seluruh data kita, oh target emasnya dari cabang ini, atletnya ini, nomornya ini. Ya musuh sudah tahu. Walaupun kita mengenal prioritas," ujarnya.
Pemerintah juga menambah anggaran keberangkatan kontingen Indonesia. Erick mengatakan anggaran yang semula sekitar Rp 30 miliar dinaikkan menjadi Rp 61 miliar dan seluruhnya telah disalurkan kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI). "Alhamdulillah dana terkumpul Rp 61 miliar kemarin dan kita sudah berikan secara menyeluruh ke KOI," kata dia.
Chief de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan 32 cabang olahraga yang akan diikuti Indonesia. Hingga kini sekitar 411 atlet telah dipersiapkan dan jumlahnya diperkirakan bertambah menjadi sekitar 420 atlet.
Selain atlet, sekitar 150 ofisial juga akan diberangkatkan sehingga total kontingen Indonesia diperkirakan mencapai hampir 600 orang. "Jadi total atlet dan ofisial tim nanti yang akan turun itu kurang lebih sekitar 600," ujar Todotua.
Menurut Todotua, tim CdM dalam waktu dekat akan mengirim tim advance ke Jepang untuk meninjau venue, akomodasi, dan transportasi. Tim juga akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang dan Garuda Indonesia untuk memastikan kelancaran keberangkatan kontingen.
Visitasi ke masing-masing cabang olahraga juga akan dimulai pekan depan sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026.
















































