Antara Konser Idola dan Sahabat, Ini Jawaban Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa

6 hours ago 1

CANTIKA.COM, Jakarta - Bayangkan sudah berbulan-bulan berburu tiket konser grup K-pop favorit, menghitung hari menuju showtime, lalu tepat sebelum masuk venue, sahabat yang sejak awal berjuang bersama justru mengetahui bahwa tiket yang dibelinya palsu. Akankah tetap masuk menikmati konser atau memilih menemani teman? Dilema itulah yang dihadapi Muti, karakter yang diperankan Shenina Cinnamon dalam serial Night Shift for Cuties yang dirilis Netflix.

Ya, daripada menikmati konser impiannya seorang diri, Muti memutuskan tetap bersama Jenar, sahabatnya yang diperankan Nadya Syarifa. Dalam sebuah kesempatan terbatas, saat ditanya apakah mereka akan mengambil keputusan serupa jika berada di posisi Muti, Shenina tak membutuhkan waktu lama untuk menjawab.

"Aku kemungkinan besar iya. Karena aku enggak pengin sesama fangirl cuma salah satu doang yang bisa ngerasain kebahagiaannya," kata Shenina menjawab pertanyaan Cantika. Menurutnya, perjuangan Muti untuk mendapatkan tiket konser bukanlah perjalanan yang dilakukan sendirian. Justru karena dilewati bersama, momen menikmati konser pun terasa lebih bermakna jika bisa dirasakan berdua.

"Apalagi kita berjuangnya bareng-bareng, benar-benar dari nol sampai akhirnya bisa merasakan kebahagiaan. Tapi kalau misalnya bahagianya cuma salah satu doang, kayak enggak afdol. Enggak seru, maunya ngelewatinnya bareng-bareng," lanjutnya.

Pendapat senada juga disampaikan Nadya Syarifa. Ia menilai ikatan yang terjalin di dalam fandom, khususnya fandom K-pop, sering kali jauh lebih kuat daripada yang dibayangkan banyak orang. "Gue akan melakukan hal yang sama," ujar Nadya.

Shenina Cinnamon, Nadya Syarifa, Sutradara Monica Vanesa Tedja, penulis naskah Aline Djayasukmana, dan produser Kevin Ryan Himawan di konferensi pers serial "Night Shift For Cuties", Kamis, 4 Juni 2026 di Jakarta. Foto: Netflix

Menurutnya, tidak sedikit pertemanan yang lahir hanya karena memiliki idola yang sama. Mulai dari saling membalas unggahan di media sosial, berbagi meme dan fan edit, hingga akhirnya merencanakan untuk bertemu langsung di konser. "Solidaritasnya di dalam fandom tuh gila banget. Gue bisa temenan sama orang hanya karena mereka nge-tweet sesuatu yang gue relate banget," katanya.

Karena itu, bagi Nadya, meninggalkan teman tepat ketika momen yang paling dinantikan tiba bukanlah pilihan yang masuk akal. "Kalau misalnya setelah semua itu lo bakal ninggalin teman lo, that's suspicious, that's crazy," ucapnya sambil tertawa.

Jawaban yang sama datang dari sutradara Night Shift for Cuties, Monica Vanesa Tedja. "Same," jawab sosok yang akrab disapa Mica itu. Meski mengakui mungkin akan mengambil keputusan secara impulsif di awal, Mica merasa suasana di dalam konser justru akan membuat rasa bersalah muncul jika harus menikmati semuanya sendirian.

"Ketika misalkan gue lagi membara, mungkin gue akan impulsif. Tapi when you're inside, pasti lo akan kepikiran, 'Aduh, ini kan gue mau teriak-teriak kesenangan, pasti lebih enak kalau ada teman.' Bersama," ungkapnya.

Pilihan Editor: Night Shift for Cuties Angkat Tantangan yang Dihadapi Perempuan Lewat Dunia Fangirl dan K-Pop

LANNY KUSUMASTUTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |