INFO TEMPO - Di bawah kepemimpinan Gubernur Zainal Arifin Paliwang, Provinsi Kalimantan Utara berhasil menurunkan tingkat pengangguran di Bumi Benuanta. Atas keberhasilannya, Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan sebagai Provinsi Terbaik untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam ajang Apresiasi Pemerintahan Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan.
Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Gubernur Zainal di Balikpapan, pada Selasa, 5 Mei 2026. Selain menerima trofi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mendapatkan insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar dari Kemendagri.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Gubernur Zainal mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan. "Alhamdulillah, penghargaan ini untuk masyarakat Kalimantan Utara karena kami bekerja untuk masyarakat," kata dia.
Turunnya tingkat pengangguran di Kalimantan Utara, menurut dia, turut berdampak pada turunnya angka kemiskinan. "Kami terus melakukan berbagai upaya, bukan hanya di provinsi saja, tetapi juga wali kota dan bupati melakukan pelatihan-pelatihan dengan dana APBD juga CSR," ujarnya. Melalui CSR, beberapa perusahaan batu bara mendukung pelatihan bagi pemuda di Kalimantan Utara untuk kembali dipekerjakan ke sejumlah perusahaan.
Gubernur Zainal menegaskan, pencapaian ini didorong oleh realisasi investasi di Kalimantan Utara yang mencapai Rp 11,065 triliun pada triwulan I-2026. Aliran investasi ini berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru bagi 1.774 tenaga kerja lokal, dengan penyerapan terbesar berada di Kabupaten Bulungan.
"Dengan banyaknya investor yang berdatangan karena peluang usaha yang kami tawarkan akan membuka lapangan pekerjaan cukup banyak,” kata Gubernur Zainal. “Di kawasan ekonomi khusus di Tanah Kuning sekarang sudah ada 14 ribu pekerja.”
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara segera membuka investasi di bidang pertanian dan perikanan. Yang menarik dari bidang ini adalah semuanya dilakukan secara organik, sehingga cita rasanya berbeda dengan daerah lain.
Contoh Beras Adan yang menjadi produk unggulan dari Kalimantan Utara yang berasal dari dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan. Beras ini terkenal memiliki kualitas tinggi dan disebut sebagai salah satu beras organik terbaik karena ditanam tanpa bahan kimia. "Sebagian besar produk yang kami hasilkan adalah organik, termasuk garam gunung,” ujarnya. Zainal berharap inovasi ini mampu membawa manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Untuk menekan angka pengangguran, Gubernur Zainal akan meningkatkan peran dan jumlah Balai Latihan Kerja (BLK) dengan menggandeng beberapa pihak. "Mereka mendapatkan sertifikasi sebagai dasar untuk diterima di perusahaan yang membutuhkan karena ada skill-nya," ujarnya.
Gubernur Zainal menargetkan di setiap kabupaten/kota setidaknya memiliki satu BLK. “Sudah kami siapkan lahan dan mendapat anggarannya dari pemerintah," katanya. “Jika sebelumnya hanya ada satu satu BLK, kami tingkatkan menjadi dua balai atau tiga.”
Penghargaan ini membuat dirinya sebagai gubernur lebih semangat lagi untuk menyejahterakan masyarakat Kalimantan Utara. "Tidak hanya dalam hal pengangguran, juga untuk menurunkan stunting yang lebih drastis dan angka kemiskinan ekstrem, atau membentuk beberapa desa mandiri. Yang terpenting terus berkolaborasi untuk upaya-upaya tersebut," ujarnya. (*)
















































