Meta Cabut Fitur AI Baru di Instagram Karena Menuai Kritik

4 hours ago 3

RAKSASA teknologi Meta mencabut fitur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) baru di Instagram yang memungkinkan pengguna membuat atau memodifikasi gambar memanfaatkan foto orang lain secara bebas. Keputusan itu diambil hanya beberapa hari setelah fitur diluncurkan karena menuai gelombang kritik terkait privasi dan potensi penyalahgunaan.

Fitur tersebut merupakan bagian dari peluncuran Muse Image, generator gambar AI yang dikembangkan Meta Superintelligence Labs, unit AI khusus milik perusahaan. Melalui chatbot Meta AI, pengguna dapat menyebut (@-mention) akun Instagram yang bersifat publik sebagai referensi untuk menghasilkan gambar baru atau memodifikasi gambar dengan AI.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Namun, fitur itu tidak dirancang untuk memberi tahu pemilik akun ketika foto mereka digunakan sebagai referensi. Selain itu, pengguna Instagram dengan akun publik juga secara otomatis diikutsertakan (opt-in), sehingga kemiripan wajah atau konten mereka dapat digunakan tanpa sepengetahuan maupun izin.

Peluncuran fitur akal imitasi tersebut langsung memicu kritik dari pengguna, pegiat privasi, hingga industri hiburan. Sejumlah media bahkan menerbitkan panduan bagi pengguna yang ingin menonaktifkan fitur tersebut.

Dalam unggahan di blog pada Jumat lalu, Meta mengumumkan bahwa fitur tersebut telah dihapus kembali. Meta berdalih kalau tujuan awalnya adalah menyediakan alat kreatif yang bermanfaat dan memberi orang kendali atas apakah konten publik mereka dapat dijadikan referensi dengan cara ini. "Tapi kami telah mendengar masukan bahwa fitur ini tidak memenuhi harapan, sehingga kini sudah tidak lagi tersedia," bunyi keterangan itu seperti dilansir Tech Crunch, 10 Juli 2026.

Serikat pekerja Hollywood SAG-AFTRA menyambut keputusan Meta itu sebagai sebuah “kemenangan”. Sebelumnya, organisasi tersebut telah meminta para anggotanya dan seluruh pengguna Instagram untuk mengambil langkah melindungi kemiripan wajah mereka.

Menurut SAG-AFTRA, telah terjadi, “kesalahan perhitungan yang sangat besar terhadap sentimen publik mengenai bahaya dan dampak buruk yang jelas melekat pada penggunaan seperti ini.”

Kritik juga datang dari organisasi hak asasi manusia asal London, Privacy International. Kepada BBC, organisasi tersebut menyebut fitur itu sebagai “tanda terbaru bahwa perusahaan AI memandang gambar dan data milik orang sebagai bahan mentah untuk dieksploitasi.”

Saat memperkenalkan Muse Image, Meta menyatakan fitur tersebut baru tersedia di Instagram. Namun, perusahaan juga berencana menghadirkan lebih banyak fitur dan integrasi AI ke WhatsApp, Facebook, dan Messenger. Selain itu, Meta juga tengah mengembangkan alat pembuat video berbasis AI.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |