SEBAGIAN besar atau 56 persen wilayah Jawa Barat terpantau mengalami hari tanpa hujan alias kekeringan dengan kategori menengah (antara 1-20 hari) selama dasarian pertama Juli 2026. Kekeringan terpanjang di Jawa Barat dalam periode 1-10 Juli tersebut, terjadi di daerah Losari, Kabupaten Cirebon, yakni tidak sudah turun hujan selama 48 hari berturut-turut.
Dari hasil pemantauan Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, ada 12 persen daerah yang mengalami kekeringan sangat panjang yaitu antara 31-60 hari. Sebarannya selain di Losari yaitu di Bekasi bagian barat, Karawang tengah, utara Purwakarta, beberapa lokasi di Subang, Indramayu, Majalengka, Sumedang, Garut, Kabupaten Bandung, Cianjur, dan Sukabumi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sementara 18 persen daerah di Jawa Barat mengalami kekeringan panjang antara 21–30 hari. Diantaranya, di daerah perbatasan Bekasi dan Karawang bagian utara, timur laut Subang, utara Purwakarta, selatan Cianjur dan Kabupaten Bandung, selatan Majalengka, dan Kuningan.
Berdasarkan analisis iklim global terkini, fenomena El Nino mengindikasikan potensi pengurangan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat. Meski begitu, prakirawan cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Diana Hertanti, mengungkapkan kalau selama sepekan ke depan terdapat beberapa dinamika atmosfer yang diprakirakan masih mendukung suplai uap air serta pertumbuhan awan konvektif secara lokal di sebagian wilayah Jawa Barat.
Sejumlah faktornya yaitu gelombang atmosfer tipe Rossby Ekuatorial yang diprediksi aktif di pertengahan pekan. Suhu muka laut juga masih relatif hangat di sebagian perairan Indonesia. Adapun labilitas atmosfer bervariasi dari kategori ringan hingga kuat.
“Secara umum curah hujan di Jawa Barat cenderung menurun, namun potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara lokal, terutama pada sore hingga malam hari di sebagian wilayah,” katanya lewat keterangan tertulis, Minggu 12 Juli 2026.
Pada dasarian kedua Juli, BMKG memprediksi seluruh wilayah Jawa Barat mengalami hujan kategori rendah dengan intensitas kisaran 0–50 milimeter. Mayoritas antara 10-20 milimeter, sementara yang berkisar 20-50 milimeter seperti sebagian Bogor, Cianjur, dan selatan Purwakarta.

















































