Meta Umumkan Mundur dari Inisiatif Energi Terbarukan Global

6 hours ago 1

SETELAH hampir satu dekade bergabung, raksasa teknologi Meta mengumumkan mundur dari inisiatif energi terbarukan global RE100. Keputusan ini menandai berakhirnya keterikatan Meta kepada komitmen konsorsium korporasi dunia yang mewajibkan penggunaan 100 persen listrik ramah lingkungan untuk seluruh operasionalnya.

Hengkangnya induk usaha Facebook dan Instagram ini sejalan dengan manuver bisnis perusahaan yang gencar membiayai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Alam (PLTG) dalam setahun terakhir. Manajemen Meta juga telah mengonfirmasi pengunduran diri mereka dari proyek energi bersih tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Perpisahan terjadi atas kesepakatan bersama. Kini Meta tidak lagi menjadi bagian dari RE100 setelah menjadi anggota selama satu dekade,” bunyi pernyataan juru bicara Meta yang dikutip dari TechCrunch, Jumat, 24 Juli 2026.

Keputusan Meta mundur dari inisiatif energi bersih ini memicu perbincangan dari sejumlah analis. Langkah tersebut disinyalir berkaitan erat dengan ketidakmampuan Meta menerapkan penggunaan energi terbarukan secara penuh di seluruh lini operasional pusat data mereka.

Saat Meta memilih keluar, para pesaingnya seperti Apple, Google, dan Microsoft dilaporkan tetap bertahan di dalam RE100 bersama lebih dari 400 perusahaan global lainnya. Meta mengklaim akan tetap berupaya menyetarakan konsumsi listrik pusat data mereka dengan pasokan energi terbarukan.

Namun, janji itu dinilai timpang lantaran ekspansi PLTG yang dilakukan Meta justru berpotensi memicu lonjakan emisi dan polusi udara. Secara teknis, satu fasilitas pusat data berkapasitas 1 GigaWatt yang beroperasi harian menggunakan gas alam dapat melepaskan ratusan metrik ton polutan. Emisi seperti nitrogen oksida, partikel halus, hingga sulfur oksida tersebut berisiko memicu gangguan kesehatan serius, mulai dari asma, penyakit kardiovaskular, hingga demensia bagi warga sekitar.

Meta sebenarnya bukan satu-satunya perusahaan yang melirik gas alam untuk menopang infrastruktur AI, sebab Google dan Microsoft juga berinvestasi pada proyek bahan bakar fosil. Akan tetapi, langkah Meta menghentikan komitmen di kelompok industri sukarela ini menjadi sorotan utama karena bertepatan langsung dengan ekspansi masif fasilitas gas alam mereka.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |