Real Madrid Kejar Sapu Bersih Lima Laga Sisa Liga Spanyol

5 hours ago 5

PELATIH Real Madrid Alvaro Arbeloa menegaskan komitmen timnya untuk menutup La Liga musim ini dengan hasil terbaik usai mengalahkan Deportivo Alaves 2-1 di Santiago Bernabeu pada Rabu dinihari, 22 April 2026. Kemenangan ini membuat Madrid tetap menempel Barcelona di puncak klasemen. Los Blancos berada di posisi kedua dengan 73 poin dan terpaut enam angka dari Barca.

Jalannya laga cukup meyakinkan bagi tuan rumah. Madrid langsung menekan sejak awal pertandingan, dengan peluang pertama datang melalui Jude Bellingham meski masih membentur pemain Alaves. Keunggulan akhirnya tercipta pada menit ke-30 ketika Kylian Mbappe melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang membentur pemain lawan sebelum bersarang di gawang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Memasuki babak kedua, Madrid langsung menambah tekanan. Hasilnya terlihat pada menit ke-50 ketika Vinicius Junior mencetak gol kedua lewat tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dihentikan kiper Alaves. Skor menjadi 2-0. Meski Alaves memperkecil ketertinggalan lewat Toni Martínez di masa injury time, Madrid mengamankan tiga poin penting di kandang.

Sementara itu, Alaves gagal menjauh dari zona degradasi. Mereka kini menempati peringkat ke-17 dengan 33 poin, hanya unggul satu angka dari tim-tim di zona merah.

Madrid masih menyisakan enam pertandingan di LaLiga. "Target yang kami tetapkan adalah memenangkan semua pertandingan itu, apa pun yang terjadi di LaLiga. Itu tujuan yang kami sepakati sebagai tim,” ujar Arbeloa, 42 tahun, seperti dikutip dari laman resmi klub.

Ia juga mengirimkan pesan tegas kepada seluruh skuadnya. "Hal yang harus kami perbaiki jika ingin mampu memenangkan LaLiga musim depan adalah meningkatkan tuntutan terhadap diri sendiri. Kami harus menaikkan standar kami, terlepas dari apa yang dipertaruhkan dan siapa lawannya. Untuk itu, kami harus mulai sekarang,” ucap Arbeloa.

Arbeloa Bela Vinicius dari Cemoohan Suporter

Di sela euforia kemenangan, Arbeloa menyinggung soal siulan yang sempat diarahkan sebagian penonton kepada tim, termasuk kepada Vinicius pada awal laga. Arbeloa memilih memaknainya sebagai bentuk tuntutan, bukan penolakan. "Saya tidak merasa ini sesuatu yang meluas atau hanya soal Vinicius saja. Ini adalah tuntutan dari stadion dan para suporternya. Mereka ingin selalu melihat versi terbaik dari para pemainnya," ujar Arbeloa.

Mantan bek Madrid itu menarik pengalamannya sendiri sebagai perbandingan. "Saat saya masih menjadi pemain dan mendapat siulan, saya memahaminya sebagai bentuk tuntutan. Saya harus mengetahui apa yang bisa dan harus diberikan sebagai pemain Real Madrid."

Yang membuatnya bangga adalah respons Vinicius di lapangan. Menurut dia, pemain asal Brasil itu mengubah siulan awal menjadi tepuk tangan. "Dia sudah melakukannya berkali-kali. Bagi saya, itu yang terpenting," ucap Arbeloa.

Arbeloa juga memberi pujian untuk VInicius. "Dalam beberapa bulan terakhir, Vini mampu bangkit dan selalu menunjukkan usaha besar, terutama saat kami menghadapi situasi yang sangat sulit. Dia mampu memikul tim di pundaknya. Dia adalah madridista sejati. Dia merasakan betul lambang dan jersey ini,” ucap dia.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |