WHO Konfirmasi Lima Kasus Hantavirus Terkait Kapal Pesiar

2 hours ago 2

ORGANISASI Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi lima kasus hantavirus yang terkait dengan wabah di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik. Tiga kasus lainnya masih berstatus suspek.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan total delapan kasus telah dilaporkan sejauh ini, termasuk tiga korban meninggal dunia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Ini merupakan insiden serius, WHO menilai risiko terhadap kesehatan masyarakat secara umum tetap rendah,” kata Tedros dalam konferensi pers virtual pada Kamis, 7 Mei 2026.

Kapal pesiar berbendera Belanda itu saat ini berlayar dari Cape Verde menuju Tenerife, Spanyol, setelah sebelumnya dilaporkan mengalami wabah penyakit pernapasan berat di antara penumpangnya.

WHO menyebut virus yang ditemukan di kapal tersebut adalah Andes strain, jenis hantavirus yang ditemukan di Amerika Latin dan dikenal sebagai satu-satunya hantavirus yang dapat menular antarmanusia dalam kondisi terbatas.

Penularan antarmanusia sebelumnya tercatat terjadi melalui kontak dekat dan berkepanjangan, terutama di lingkungan keluarga, pasangan intim, atau tenaga kesehatan.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Penularan biasanya terjadi melalui kontak dengan tikus yang terinfeksi, termasuk urine, air liur, atau kotorannya.

Korban pertama di kapal itu adalah seorang pria yang mulai mengalami gejala pada 6 April dan meninggal lima hari kemudian. WHO mengatakan tidak ada sampel yang diambil saat itu karena gejalanya mirip infeksi virus lain.

Istrinya kemudian menjadi korban kedua setelah turun di Saint Helena dan meninggal pada 25 April. Seorang perempuan lain menjadi korban ketiga setelah mengalami gejala pada 25 April dan meninggal tujuh hari kemudian.

WHO memperingatkan kemungkinan masih ada kasus tambahan mengingat masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung hingga enam minggu.

Sebelum naik kapal, dua korban pertama diketahui mengikuti perjalanan pengamatan burung di Chile, Argentina, dan Uruguay, dalam rangka melihat wisata melihat burung. Dalam rangka perjalanan itu, mereka mengunjungi wilayah yang menjadi habitat tikus pembawa hantavirus.

Otoritas Argentina kini menyelidiki pergerakan pasangan tersebut. Tedros mengatakan Argentina akan mengirimkan 2.500 alat diagnostik ke laboratorium di lima negara.

WHO juga telah memberi tahu 12 negara tempat sebagian orang sempat turun dari kapal. Kedua belas negara itu adalah di Saint Helena, termasuk Inggris, Kanada, Jerman, Belanda, Singapura, Turki, dan Amerika Serikat.

GENI AL AZIZ

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |