Harga Emas Antam Turun Lagi

3 hours ago 1

HARGA emas dari PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam kembali merosot pada Selasa, 14 Juli 2026. Harga emas Antam hari ini anjlok Rp 20.000 per gram dibanding hari sebelumnya.

Berdasarkan data di laman Logam Mulia, harga emas hari ini tercatat Rp 2.615.000 per gram, turun dibandingkan dengan kemarin atau Senin, 13 Juli 2026 yang tercatat Rp 2.635.000 per gram. Harga emas kemarin pun anjlok Rp 20 ribu dibanding hari sebelumnya yang tercatat Rp 2.655.000.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Harga emas mencapai level tertinggi sepanjang masa yakni Rp 3.168.000 pada 29 Januari 2025. Sedangkan sepanjang Juli, harga tertinggi hanya mencapai Rp 2.670.000 per gram, yakni sepanjang 4-6 Juli 2026. Adapun harga jual kembali atau buyback emas batangan Antam hari ini juga ambruk Rp 43 ribu menjadi Rp 2.352.000 per gram. 

Mengutip Trading Economics, harga emas dunia hingga Selasa pagi pukul 10.00 WIB tercatat sekitar US$ 4.013 per troi ons. Harga emas bertahan di sekitar US$ 4.000 per ons pada hari Selasa setelah anjlok hampir 3 persen pada sesi sebelumnya, seiring Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan kembali blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz.

Presiden AS itu juga menuntut penggantian biaya dari negara-negara yang diuntungkan dari upaya AS untuk mengamankan jalur pelayaran vital tersebut. Kondisi itu mendorong harga minyak naik tajam, sehingga memicu kembali kekhawatiran mengenai inflasi dan prospek suku bunga. 

Langkah yang diambil tersebut menyusul kembali memanasnya ketegangan antara Washington dan Teheran, di mana AS menargetkan kemampuan Iran untuk mengganggu pelayaran maritim. Sedangkan Teheran membalas dengan menyerang sekutu-sekutu AS di kawasan tersebut. 

Para investor juga menanti data inflasi penting AS dan kesaksian Ketua Bank Sentral AS Federal Reserve, Kevin Warsh, di hadapan Kongres AS pada Selasa. Pasar mencermati dengan saksama pernyataannya untuk mendapatkan panduan kebijakan lebih lanjut. Pasar kini memperkirakan kemungkinan sekitar 51 persen bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan September.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |