Benarkah Burnout Bisa Mengubah Kepribadian? Ini Kata Psikolog

2 hours ago 4

CANTIKA.COM, Jakarta - Pernah merasa bahwa kamu tidak seperti diri sendiri lagi karena stres berkepanjangan? Itu bukan imajinasi. Burnout atau kelelahan kronis punya efek jauh lebih dalam dibanding sekadar lelah. Kondisi ini bisa mengubah cara kamu merasakan emosi, bereaksi terhadap situasi, dan bahkan berinteraksi dengan orang lain, seolah “kepribadian” kamu ikut berubah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas empat cara burnout dapat memengaruhi kepribadianmu, berdasarkan penjelasan psikolog profesional Mark Travers, Ph.D, dan temuan riset.

Apa Itu Burnout?

Sebelum masuk lebih jauh, penting memahami bahwa burnout adalah respons terhadap stres kronis yang tidak tertangani, bukan hanya kelelahan biasa setelah deadline atau kerja lembur. Burnout melibatkan kehilangan energi, penurunan motivasi, dan kelelahan emosional yang memengaruhi fungsi hidup sehari-hari secara signifikan.

1. Burnout Membuatmu Jadi Lebih Cepat Iritasi

Salah satu tanda paling awal dari burnout adalah peningkatan iritabilitas. Hal-hal kecil yang dulu bisa kamu lewati dengan tenang tiba-tiba terasa mengganggu, bahkan melelahkan.

Menurut psikolog, ini bukan sekadar perubahan sikap, tapi cerminan bahwa sistem saraf bekerja dalam mode bertahan. Otak yang terus-menerus stres memprioritaskan respons reaktif — sehingga kontrol emosi bisa terganggu.

2. Rentang Emosimu Menjadi Terbatas

Burnout tidak hanya membuatmu mudah marah, tetapi juga bisa membuat banyak hal terasa “tidak terasa apa-apa”.

Banyak orang yang mengalami burnout melaporkan bahwa mereka tidak lagi merasakan keterlibatan emosional seperti dulu, baik pada hal yang menyenangkan maupun pada hal yang mengecewakan. Hal ini dikenal sebagai emotional blunting atau perasaan emosional yang “datar”, yang sebenarnya adalah cara otak menghemat tenaga psikis di tengah overload stres.

3. Minat, Rasa Ingin Tahu, dan Kreativitas Menurun

Burnout seringkali menyerang motivasi intrinsik, termasuk kemampuanmu untuk merasa penasaran, bereksplorasi, atau kreatif. Aktivitas yang dulu kamu nikmati tiba-tiba terasa berat atau tidak berarti.

Penelitian juga menemukan bahwa burnout bisa mengurangi motivasi internal dan membuat otak lebih fokus pada tugas bertahan hidup daripada eksplorasi atau pembelajaran yang menyenangkan.

4. Kamu Cenderung Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Salah satu dampak burnout yang paling terlihat adalah penarikan diri sosial. Undangan hangout yang dulu kamu sambut hangat sekarang terasa melelahkan. Interaksi yang dulu mudah jadi terasa berat.

Poin pentingnya: ini bukan berarti kamu berubah menjadi introvert secara permanen. Keadaan ini lebih mencerminkan kehabisan energi emosional, bukan preferensi sosial yang stabil. Banyak orang salah tafsir bahwa mereka “lebih introvert sekarang”, padahal sebenarnya mereka kehabisan kapasitas untuk bersosialisasi.

Fakta Penting: Burnout dan Kepribadian

Secara ilmiah, penelitian menunjukkan bahwa kepribadian seseorang berkaitan dengan bagaimana mereka mengalami burnout, dan burnout juga dapat memengaruhi cara kepribadian itu diekspresikan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya muncul sifat seperti neurotisisme (kecenderungan emosional tidak stabil) sering berkaitan dengan tingkat burnout yang lebih tinggi. Sementara sifat seperti conscientiousness (kemandirian, tanggung jawab) dapat menjadi pelindung terhadap burnout.

Ini berarti bahwa burnout tidak “mengubah kepribadian inti” secara permanen, tetapi mengubah bagaimana aspek-aspek kepribadian itu bekerja dalam konteks stres tinggi.

Kenapa Ini Penting untuk Kamu Ketahui?

Kadang, perubahan yang tampak seperti “aku bukan aku lagi” sebenarnya adalah tanda bahwa kamu sedang mengalami kondisi psikologis yang serius, bukan sekadar mood jelek atau fase belaka.

Dengan memahami bagaimana burnout memengaruhi fungsi emosional dan perilaku, kamu bisa mengenali tanda lebih dini, mengambil langkah preventif serta memetakan strategi pemulihan yang tepat.

Pemulihan dari burnout bukan hanya tentang istirahat sementara. Ini juga melibatkan strategi untuk mengatur stres, membangun kembali energi emosional, dan memulihkan keseimbangan hidup.

Burnout dapat tampak seperti perubahan kepribadian karena ia merubah cara kamu bereaksi terhadap hidup, bekerja, dan berhubungan dengan orang lain. Namun perubahan ini lebih merupakan respons adaptif tubuh dan pikiran di bawah tekanan daripada transformasi kepribadian yang permanen.

Memahami hal ini membantu kita memberi diri sendiri ruang untuk pulih tanpa menghakimi diri. Ketika kamu bisa mengenali sinyal-sinyal burnout lebih cepat, kamu juga bisa mengambil langkah yang benar untuk melindungi kesehatan mental dan emosionalmu.

Tenang, kamu tidak sendirian dalam perasaan ini. Jika keadaan burnout semakin memburuk, kamu bisa menghubungi tenaga profesional dan 

Pilihan Editor: Belajar dari Nirina Zubir, Ini 8 Tips Atasi Burnout yang Ia Terapkan!

PSYCHOLOGY TODAY

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |