CANTIKA.COM, Jakarta - Penayangan paruh pertama Bridgerton musim keempat pada 29 Januari lalu masih menjadi topik hangat di media sosial. Kali ini, para penggemar serial ini menemukan satu detail kecil yang luput dari proses penyuntingan dan tertangkap mata para penonton setia, di mana mereka menduga ada kesalahan editing yang dianggap cukup mengganggu nuansa era yang dihadirkan.
Kesalahan tersebut terlihat pada episode pertama, ketika aktris Katie Leung yang memerankan Araminta, ibu tiri antagonis Sophie Baek, tampak mengenakan plester berwarna kulit di telinga kirinya. Plester kecil itu digunakan untuk menutupi tindik tulang rawan, namun justru menjadi detail modern yang terasa janggal dalam latar cerita Inggris era Regency.
Seorang pengguna TikTok menyoroti hal ini dalam unggahan pada 31 Januari dengan nada bercanda, mempertanyakan keberadaan plester di masa tersebut. Komentar lain pun bermunculan, mulai dari harapan agar tindik tersebut ditutupi dengan aksesori yang lebih sesuai era, hingga pengakuan penonton yang sempat ragu dengan apa yang mereka lihat di layar.
Meski ukurannya sangat kecil, plester tersebut cukup mencolok bagi penggemar yang terbiasa mengamati detail visual Bridgerton. Bahkan, ada pula penonton yang mengklaim menemukan kesalahan serupa pada adegan lain, di mana tindik telinga aktris lain tidak tertutup atau terhapus secara digital dalam sebuah adegan pesta kebun.
Plester terlihat di telinga aktris Katie Leung pemeran Araminta di Bridgerton Season 5. Hal ini disadari penonton dan dianggap mengganggu. Foto: TikTok/chelsi_or_yesi
Belum Ada Tanggapan
Hingga kini, baik pihak Netflix maupun Katie Leung belum memberikan komentar resmi terkait kesalahan editing tersebut. Namun, perhatian publik tetap tertuju pada karakter Araminta yang diperankan Leung dengan intensitas tinggi. Dalam wawancara terpisah, ia sempat membagikan pengalamannya mendalami karakter ibu tiri yang kuat, dominan, dan menjadi penyebab utama terpisahnya Sophie dan Benedict Bridgerton.
Alih-alih menampilkan Araminta sebagai tokoh antagonis satu dimensi, Katie Leung berusaha menemukan sisi manusiawi dari karakter tersebut. Ia menggambarkan Araminta sebagai sosok dengan luka batin dan pengalaman pengkhianatan yang membentuk kepribadiannya, sejalan dengan pendekatan adaptasi longgar dari novel An Offer From a Gentleman karya Julia Quinn.
Meski hanya berupa kesalahan kecil, insiden plester telinga ini membuktikan betapa detail visual memiliki peran penting dalam serial berlatar sejarah seperti Bridgerton, sekaligus menunjukkan betapa telitinya para penonton dalam menikmati setiap adegan.
Bidgerton Season 4
Musim ini hadir dengan kisah cinta Benedict yang terpikat pada sosok misterius bergaun perak di pesta topeng ikonis Lady Bridgerton. Lewat bantuan setengah hati dari sang adik, Eloise, Benedict menyusuri lingkaran sosial London demi mengungkap jati diri wanita yang terus menghantuinya. Namun kenyataannya, pujaan hatinya bukan berasal dari kalangan bangsawan. Ia adalah Sophie Baek, seorang pelayan cerdas dan tangguh yang bekerja di bawah majikan keras bernama Araminta Gun.
Saat takdir kembali mempertemukannya dengan Sophie, hal itu membuat Benedict terjebak dalam kebingungan perasaan. Di satu sisi, ia mulai jatuh hati pada Sophie, sang pelayan cerdas yangmemikat, namun di sisi lain bayangan tentang Wanita Berbaju Perak yang pernah membuatnya terpesona masih menghantui pikirannya, dan tanpa ia sadari sebenarnya keduanya adalah sosok yang sama. Mampukah Benedict melampaui ilusi dan melihat cinta sejati di hadapannya, atau justru kebutaannya terhadap kebenaran akan meredam api asmara yang kian menyala? Bagian kedua dari Brifgerton Season 4 akan hadir pada 26 Februari 2026 di Netflix.
Pilihan Editor: Review Film Materialists yang Tayang di Netflix, Ketika Cinta Tak Sekadar Transaksi Bisnis
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































