Cak Imin: PBNU Periode Ini Paling Mundur Dibanding yang Lain

5 hours ago 2

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini adalah yang paling mundur.

 “PBNU periode ini, PBNU yang paling mundur dibanding yang lain. Itu keprihatinan semua pihak, tetapi hanya Muhaimin yang berani ngomong,” kata dia saat ditemui di kompleks DPR RI, Senin, 22 Juni 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, membeberkan alasan mengapa dia mengeluarkan klaim tersebut. Sebagai kader NU, kata dia, dirinya tidak ingin ada kemunduran dalam pengelolaan PBNU. 

Ia ingin ada perubahan manajemen menyeluruh agar ke depan tidak lagi ada periode kepengurusan yang gagal seperti sekarang. “Saya ngomong bukan karena saya politisi, bukan. Karena saya adalah kader yang ingin ikut bertanggung jawab, bertanggung jawab memperbaiki. Sehingga salah satu formulanya PBNU bersih dari politisi. Politisi NU silakan masuk partai,” ujar dia. 

Cak Imin mengatakan tidak perlu aturan untuk membersihkan PBNU dari politisi, tetapi hanya butuh ketegasan sikap. 

Pernyataan Cak Imin muncul menjelang Muktamar NU untuk menetapkan kepengurusan PBNU yang baru menggantikan kepemimpinan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengatakan forum tertinggi organisasi itu juga akan memilih Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) yang bertugas menentukan Rais Aam.

“Ya salah satunya tentu di situ akan dipilih Ketua Umum dan juga akan dipilih Ahwa yang akan memilih Rais Aam,” kata pria yang disapa Gus Ipul saat ditemui di Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut dia, mekanisme pemilihan dalam muktamar masih terbuka untuk dibahas oleh peserta forum atau muktamirin. Ia mengatakan model pemilihan dapat saja tetap menggunakan pola sebelumnya ataupun mengalami perubahan, bergantung pada keputusan peserta muktamar. 

PBNU menjadwalkan Muktamar ke-35 berlangsung pada 1 hingga 5 Agustus 2026. Gus Ipul mengatakan lokasi pelaksanaan hingga kini masih dibahas. Sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan beberapa wilayah di Jawa Timur disebut mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Menjelang muktamar, PBNU juga menyiapkan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU pada Juni 2026. Hasil dari dua forum tersebut akan menjadi bahan pembahasan dalam Muktamar ke-35 mendatang. Selain penyusunan materi, pengurus juga mulai melakukan pendataan peserta yang akan mengikuti forum tertinggi organisasi itu.

Muktamar akan menggantikan Gus Yahya yang resmi terpilih menjadi Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat 2021–2026. Gus Yahya ditunjuk memimpin PBNU dalam Muktamar ke-34 NU yang diselenggarakan di Universitas Lampung (Unila), pada 24 Desember 2021.

Pilihan Editor:  Agar Muktamar Jadi Obat Pereda Konflik

Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel tersebut
Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |