CANTIKA.COM, Jakarta - Imlek atau Tahun Baru China adalah perayaan tahunan penting yang dirayakan oleh komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Salah satu ciri khas yang sangat kuat dari perayaan ini adalah pemakaian baju dengan nuansa merah, terutama pada hari Tahun Baru dan beberapa hari pertama perayaan. Tradisi tersebut memiliki akar budaya, filosofis, dan simbolis yang panjang dalam budaya Tionghoa.
Berikut beberapa fakta unik mengenai penggunaan warna merah di waktu Imlek.
1. Asal Usul Tradisi Merah dari Cerita Folklore
Salah satu penjelasan tradisional berasal dari legenda makhluk mitologis bernama Nian yang konon muncul setiap tahun untuk menakut-nakuti penduduk desa. Menurut cerita rakyat, Nian takut terhadap tiga hal: warna merah, suara keras, dan cahaya terang. Untuk mengusirnya, masyarakat dahulu menghias rumah dengan warna merah, menyalakan petasan, dan memakai pakaian merah. Kebiasaan ini kemudian menjadi bagian dari ritual menyambut Tahun Baru.
2. Simbolisme Warna Merah dalam Budaya Tionghoa
Dalam tradisi Tionghoa, merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan energi positif. Setiap elemen perayaan seperti amplop berisi uang (hongbao/angpao), lentera, hiasan pintu, dan pakaian merah dimaksudkan untuk menarik nasib baik dan keberuntungan di tahun yang akan datang.
3. Filosofi Warna dalam Kosmologi Tradisional
Menurut filsafat tradisional Tionghoa yang melibatkan sistem Yin dan Yang serta teori Lima Elemen (Wu Xing), warna merah terkait dengan elemen api, yang menandakan yang atau energi aktif, panas, dan kehidupan. Dalam konteks pergantian tahun, dari musim dingin (yin) menuju musim semi (yang) dan warna merah dipilih karena mewakili kekuatan energi baru dan semangat hidup.
4. Perlindungan dari Energi Negatif
Selain sebagai simbol awal yang baik menurut tradisi Imlek, merah juga dipandang berfungsi untuk melindungi diri dari energi buruk atau pengaruh negatif selama pergantian tahun. Dalam tradisi populer, mengenakan pakaian merah dianggap sebagai salah satu cara untuk menolak hal-hal yang tidak diinginkan di tahun baru.
5. Peran Merah dalam Tradisi Keluarga dan Perayaan
Saat merayakan Imlek, penggunaan warna merah tidak hanya terbatas pada pakaian, tetapi juga hadir di seluruh dekorasi rumah dan benda ritual lain, seperti amplop hongbao yang diberikan kepada anak atau anggota keluarga sebagai simbol doa keberuntungan dan kemakmuran.
Sebagai simbol yang sudah bertahan selama berabad-abad dalam budaya Tionghoa, warna merah tidak hanya menjadi ciri visual dari perayaan Tahun Baru China tetapi juga mewakili berbagai nilai budaya yang penting.
Warna ini dipakai dalam pakaian, dekorasi, dan hadiah selama Imlek karena secara tradisional dipandang menarik keberuntungan, kebahagiaan, dan energi positif, sekaligus berakar pada kisah serta filosofi budaya yang menekankan harapan akan awal yang baik di tahun yang baru.
Tradisi ini terus dipraktikkan di berbagai komunitas di seluruh dunia sebagai bagian dari cara menyambut tahun baru dengan semangat yang diperbarui dan makna yang mendalam.
Selamat Tahun Baru Imlek, Sahabat Cantika! Semoga sukacita dan keberuntungan meliputi kita di tahun ini.
Pilihan Editor: Intip Prediksi Kesehatan Shio Menurut Feng Shui di Tahun Kuda Api 2026
SOHO IN CHINA | THE LITTLE BOOK OF COLOUR | THAIRATH
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































