Badan Pangan Siapkan Stok Beras dll Hadapi El Nino

2 hours ago 1

SEKRETARIS Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy memastikan pemerintah secara simultan menyiapkan berbagai langkah mitigasi menghadapi El Nino. “Kita harus tetap waspada menghadapi El Nino dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi yang terus meningkat, distribusi yang semakin kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kita," kata Sarwo, dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurut Sarwo, salah satu bukti nyata kesiapsiagaan tersebut adalah stok cadangan beras Indonesia yang mencapai 5,2 juta ton per 8 Juli 2026.

Sementara total cadangan pangan pemerintah daerah tingkat provinsi tercatat 7,34 ribu ton sampai akhir Juni. Stok cadangan pangan pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota adalah 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.

Selain beras, Sarwo menyatakan pemerintah memiliki sebanyak 188 ribu ton jagung pakan per 8 Juli 2026. Stok jagung pakan ini disalurkan untuk peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Selanjutnya, stok minyak goreng tercatat 1,1 ribu kiloliter yang dikelola Perum Bulog dan ID Food. Kemudian stok gula konsumsi masih ada sekitar 2,79 ribu ton yang juga dikelola Bulog dan ID Food. Kemudian, stok daging ayam tercatat 38 ton.

Untuk komoditas yang sifatnya perishable atau mudah membusuk atau mudah rusak, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, Badan Pangan Nasional optimistis pasokannya mampu ditopang dari produksi pangan dalam negeri secara reguler.

Melansir Proyeksi Neraca Pangan yang diolah Badan Pangan Nasional, produksi cabai besar sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 1,51 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun 929,27 ribu ton. 

Untuk cabai rawit produksinya diperkirakan mencapai 1,5 juta ton dengan kebutuhan konsumsinya 913,61 ribu ton.

Untuk bawang merah, produksi selama setahun ini diperkirakan mencapai 1,32 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun 1,25 juta ton. Sementara itu produksi telur ayam ras diperkirakan mencapai 6,98 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 6,47 juta ton. Sementara produksi daging ayam ras diperkirakan menyentuh 4,89 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 4,02 juta ton.

Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman menyatakan pemerintah sudah menyiapkan stok pangan tidak hanya beras untuk menghadapi El Nino pada tahun ini. Ia memperkirakan cadangan pangan pemerintah terutama beras dalam posisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Amran mengatakan, besarnya ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras menjadi tolok ukur pemerintah mendahulukan target swasembada komoditas pangan itu. “Karena lebih dari 50 persen itu persentase beras kalau setiap kita makan,” kata Amran.

Seiring dengan target tersebut, Amran menyatakan Indonesia sudah mencapai swasembada beras medium. Sebab Indonesia sudah tidak mengimpor beras meskipun ketentuan swasembada masih memperbolehkan impor beras maksimal 10 persen dari kebutuhan.

Menurut Badan Pangan Nasional, pernyataan Amran juga selaras dengan skor Pola Pangan Harapan yang menunjukkan konsumsi masyarakat akan padi-padian mencapai lebih dari 50 persen pada 2025. 

Kemudian diikuti konsultasi pangan hewani sebesar 12,7 persen, dan 12,4 persen minyak dan lemak. Konsumsi sayur dan buah 6,8 persen, gula 4 persen, dan sisanya adalah kacang-kacangan, umbi-umbian, buah atau biji berminyak.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |