Tak Cuma Olahraga, Ini 4 Langkah Capai Berat Badan Ideal

1 day ago 6

SAAT ingin mendapatkan berat badan ideal, banyak yang berlomba-lomba aktif melakukan olahraga. Ia akan semangat datang ke pusat kebugaran, hingga mengikuti berbagai olahraga yang sedang tren bersama teman-teman. Certified Personal Trainer Coach Fahmi Qurusy mengatakan ada 4 langkah yang perlu dilakukan secara berbarengan demi mendapatkan berat badan ideal. "4 cara mendapatkan body goal itu tidak hanya olahraga, tapi harus perhatikan 4 langkah ini," kata Fahmi pada acara POWERADE® The Power Talk & Power Arena di Jakarta pada Sabtu 4 Juli 2026. 

Fahmi menjelaskan 4 hal yang perlu dipikirkan seseorang demi mengapai berat badan ideal. "Fondasinya itu dimulai dari pola makan penuh nutrisi, istirahat yang cukup, kebiasaan aktif bergerak dalam keseharian serta suplementasi bila diperlukan," katanya. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pertama fondasi utama mengatur pola makan. Penting sekali orang menjaga nutrisi. "Nutrisi menjadi aspek pertama yang perlu diperhatikan. Asupan makanan yang seimbang menyediakan energi untuk beraktivitas sekaligus membantu proses pemulihan dan pembentukan jaringan tubuh, termasuk otot," katanya.

Setelah kebutuhan nutrisi terpenuhi, tubuh memerlukan waktu istirahat yang memadai. Tidur yang cukup berperan dalam mempercepat pemulihan, menjaga keseimbangan hormon, dan membantu tubuh beradaptasi setelah melakukan aktivitas fisik.

Langkah berikutnya adalah membangun kebiasaan berolahraga. Namun, Fahmi menekankan bahwa aktivitas fisik tidak harus selalu dilakukan di pusat kebugaran. Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki lebih sering, menggunakan tangga dibanding lift, mengambil air minum sendiri, atau melakukan peregangan di sela pekerjaan juga merupakan bentuk aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan.

Ia mengatakan gaya hidup yang terlalu banyak duduk menjadi salah satu tantangan masyarakat modern. Rata-rata orang Indonesia hanya berjalan sekitar 3.500 langkah per hari, bahkan jumlah tersebut dapat lebih rendah pada pekerja kantoran yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer.

Padahal, menurut Fahmi, tubuh dirancang untuk bergerak. Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kekuatan otot, meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki metabolisme, serta mengurangi risiko berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Bergerak secara berkala juga dapat mengurangi keluhan akibat duduk terlalu lama, seperti nyeri punggung, pegal pada leher dan bahu, serta kekakuan sendi.

"Jangan menunggu sampai muncul nyeri punggung atau pegal berkepanjangan. Luangkan beberapa menit untuk melakukan peregangan saat jeda bekerja agar ketegangan otot berkurang," kata Fahmi.

Setelah pola makan, istirahat, dan aktivitas fisik terpenuhi, kebutuhan tubuh dapat dilengkapi dengan suplementasi sesuai kondisi masing-masing, termasuk pemenuhan cairan dan elektrolit.

Fahmi mengingatkan air putih tetap menjadi sumber hidrasi utama yang perlu dikonsumsi sekitar dua hingga tiga liter per hari oleh orang dewasa. Sementara itu, minuman yang mengandung elektrolit dapat membantu menggantikan cairan dan mineral yang hilang ketika seseorang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

"Kalau tenggorokan haus, minum air putih. Tetapi ketika tubuh aktif bergerak dan kehilangan banyak elektrolit melalui keringat, minuman elektrolit dapat membantu menjaga performa tubuh," ujarnya.

Fahmi mengatakan suplementasi juga bisa dikonsumsi lansia yang semakin aktif. "Kalau merasa nutrisi dari asupan sudak cukup ya suplementasi bisa didrop," katanya.

Brand Representative & Frontline Marketing Franchise Operation POWERADE Coca-Cola Indonesia, Chintamy Ruliana Dewi, mengatakan kebutuhan hidrasi setiap orang berbeda-beda bergantung pada aktivitas dan kondisi tubuh masing-masing.

"Hidrasi bukan hanya penting bagi atlet, tetapi juga bagi pekerja yang banyak bergerak sepanjang hari," kata Chintamy.

Fahmi menambahkan, membangun gaya hidup sehat tidak harus dilakukan melalui perubahan besar dalam waktu singkat. Menurut dia, perbaikan kondisi tubuh sering kali ditandai oleh hal-hal sederhana, seperti tubuh yang tidak mudah lelah, kualitas tidur yang membaik, suasana hati lebih stabil, hingga berkurangnya rasa pegal setelah beraktivitas.

"Jangan menimbang berat badan setiap hari lalu kecewa karena hasilnya belum berubah. Tubuh membutuhkan proses. Yang terpenting adalah konsisten karena setiap kemajuan, sekecil apa pun, tetap berarti," katanya.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |