Filipina Dukung Langkah Terpadu ASEAN untuk Ketahanan Energi

4 hours ago 2

PRESIDEN Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Jumat 8 Mei 2026 menyerukan langkah-langkah kolektif yang praktis untuk memperkuat ketahanan energi regional. Hal ini diungkapkan dalam pembukaan Sidang Pleno KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.

Pernyataan Marcos tersebut dilontarkan saat negara-negara Asia Tenggara menghadapi tekanan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Seperti dilansir AntaraMarcos mengatakan ASEAN harus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan di tengah volatilitas yang berkelanjutan di pasar energi global.

"Di tengah volatilitas yang meningkat, ASEAN harus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan, serta mengambil langkah-langkah kolektif yang praktis untuk menjaga pasokan energi yang stabil," kata Marcos.

Dia mencatat meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah mengganggu aliran energi serta jalur transportasi. Ini berkontribusi pada ketidakpastian pasokan dan kenaikan biaya hidup di seluruh kawasan.

“Bagi ASEAN, tantangan-tantangan ini sangat dirasakan oleh anggota kawasan, biaya hidup yang kian tinggi, gangguan pasokan energi, dan tekanan ekonomi yang memberatkan masyarakat,” ucap Marcos dilansir dari Yeni Safak.

Presiden Filipina itu menyatakan “keprihatinan serius” atas eskalasi konflik akibat serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, dan serangan balasan yang diluncurkan Iran.

“Eskalasi konflik ini telah mengganggu jalur transportasi maritim dan udara, meningkatkan risiko bagi kapal dagang serta pesawat terbang nontempur,” kata Macros.

Ketergantungan ASEAN

Marcos mengatakan kekhawatiran mengenai keamanan bahan bakar dan pasokan energi regional karena ketegangan di Selat Hormuz berdampak terhadap jalur energi global. "Hampir seluruh negara anggota ASEAN sangat bergantung pada impor minyak dan gas dari kawasan teluk. 

Menteri Perdagangan Filipina, Cristina Roque menyerukan anggota-anggota ASEAN bersatu menghadapi instabilitas geopolitik saat ini. Roque menegaskan tidak negara anggota blok yang dapat mengatasi masalah ini sendiri.

“Tidak ada negara anggota yang dapat mengatasi tantangan ini sendirian. Respons kita harus terkoordinasi, praktis, dan tepat waktu,” ujar dia dilansir dari kantor berita Anadolu

Selain persoalan energi, para kepala negara ASEAN juga tidak melupakan isu regionalnya, termasuk krisis multidimensi pascakudeta militer Myanmar pada 1 Februari 2021. Baru-baru ini, Myanmar menunjuk mantan kepala Junta Militer, Min Aung Hlaing sebagai kepala pemerintahan dalam pemilu yang menuai banyak kritik, menurut sebuah pernyataan.  

Energi Terbarukan

Presiden Filipina itu mengatakan ASEAN perlu meningkatkan interkonektivitas energi sekaligus mempercepat pengembangan sumber energi terbarukan dan alternatif guna mengurangi kerentanan terhadap guncangan di masa depan serta mengatasi perubahan iklim.

Marcos juga menyoroti peran inovasi dan kecerdasan buatan dalam meningkatkan prakiraan energi, pengelolaan jaringan listrik, dan fleksibilitas sistem.

Filipina sebelumnya menyesuaikan kembali penyelenggaraan ASEAN melalui langkah-langkah penghematan dan pengurangan skala kegiatan setelah mendeklarasikan keadaan darurat energi nasional di tengah kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar global.

Selain ketahanan energi, Marcos menyebut stabilitas pangan dan perlindungan warga negara ASEAN di luar negeri sebagai prioritas mendesak di kawasan tersebut.

KTT ASEAN di Cebu menandai tahun pertama implementasi visi Komunitas ASEAN 2045 di bawah tema keketuaan Filipina, yakni "Navigating Our Future Together" atau Menavigasi Masa Depan Bersama.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |