SEORANG pramugari KLM, yang melakukan kontak dekat dengan salah satu korban hantavirus yang tewas, pada Jumat 8 Mei 2026 telah dinyatakan negatif terhadap penyakit tersebut.
Sang pramugari berada di penerbangan maskapai KLM dari Johannesburg, Afrika Selatan, ke Amsterdam pada 25 April 2025 bersama wanita yang dinyatakan positif terinfeksi hantavirus.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Melalui pernyataan tertulis kepada wartawan seperti dilansir Dutch News, badan kesehatan dunia (WHO) melalui perwakilan mereka di Belanda mengatakan bahwa pramugari tersebut tidak tertular hantavirus.
"Setiba di Belanda pada Rabu lalu, pramugari tersebut dibawa ke rumah sakit Amsterdam UMC. ia kemudian melakukan isolasi mandiri setelah menunjukan gejala ringan," kata WHO.
Seorang juru bicara dewan kesehatan regional Kennemerland mengatakan pada Kamis bahwa kurang dari 10 orang di penerbangan tersebut melakukan kontak intensif dengan penderita hantavirus. Mereka semua adalah orang-orang yang membantu wanita asal Belanda itu karena ia sakit.
Mereka akan tetap dipantau untuk memastikan bahwa tidak ada di antara mereka yang tertular hantavirus.
“Mereka adalah orang-orang yang memberikan pertolongan. Mereka akan dipantau intensif, para ahli saat ini sedang berkonsultasi tentang langkah-langkah yang tepat,” katanya.
Sementara itu, Kennemerland juga mengidentifikasi 60 orang yang melakukan kontak dengan wanita Belanda berusia 69 tahun yang tewas akibat hantavirus. "Ini termasuk lima orang yang melakukan “kontak intensif," kata Dinas Kesehatan GGD mengutip NL Times.
Sebelumnya, seorang pria Belanda yang naik kapal pesiar MV Hondius di Ushuaia bersama istrinya, meninggal di atas kapal pada 11 April.
Jenazah pria tersebut dibawa keluar dari kapal pada 24 April ke Saint Helena, sebuah pulau di Atlantik Selatan tempat 29 penumpang lainnya turun, kata operator kapal.
"Semua penumpang ini telah dihubungi oleh Oceanwide Expeditions. Kami sedang berupaya untuk mendapatkan detail semua penumpang dan awak kapal yang naik dan turun di berbagai pemberhentian Hondius sejak 20 Maret," kata perusahaan tersebut.
12 Negara Terdampak
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir Anadolu mengatakan telah memberi tahu 12 negara bahwa warga negaranya turun dari kapal pesiar terdampak wabah hantavirus di Saint Helena.
Ke-12 negara tersebut adalah Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turki, Inggris Raya, dan Amerika Serikat.
Tedros mengatakan dua kasus pertama yang dikonfirmasi telah melakukan perjalanan melalui Argentina, Chili, dan Uruguay sebelum menaiki kapal, termasuk kunjungan ke lokasi pengamatan burung di mana tikus yang diketahui membawa virus Andes hadir.
Kapal pesiar MV Hondius sedang dalam perjalanan ke Spanyol, dan dijadwalkan tiba pada Sabtu 9 Mei 2026. Dua dokter Belanda dan seorang ahli WHO kini berada di atas kapal tersebut.
"Tidak ada penumpang atau awak kapal yang tersisa yang menunjukkan gejala, kata Tedros dalam konferensi pers pada Kamis sore.
















































