Iran Masih Tinjau Proposal AS yang Dikirim Via Pakistan

4 hours ago 4

IRAN menyatakan belum mengambil keputusan akhir atas proposal perdamaian Amerika Serikat yang disampaikan melalui mediasi Pakistan. Teheran mengatakan pembahasan masih berada dalam tahap peninjauan internal dan belum ada jawaban resmi yang diberikan kepada Washington.

Menurut laporan TRT World pada Kamis, 7 Mei 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan isu utama kebijakan luar negeri Iran saat ini berkaitan dengan perang, gencatan senjata, serta upaya mengakhiri konflik di kawasan.

“Isu kebijakan luar negeri paling penting yang dibahas beberapa hari ini adalah perang, gencatan senjata, dan upaya mengakhiri perang serta memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata Baghaei kepada kantor berita IRNA.

Baghaei mengatakan pembicaraan terbaru antara Iran dan pejabat Pakistan membahas kerangka usulan Teheran yang disebut sebagai “proposal 14 poin”. Proposal itu telah diteruskan Pakistan kepada Amerika Serikat.

Ia menyebut Iran masih mempelajari isi proposal tersebut sebelum menyampaikan sikap resmi kepada mediator Pakistan. “Berdasarkan hasil pertukaran pesan ini, langkah berikutnya akan diputuskan,” ujar Baghaei. Ia juga menegaskan Iran belum memberikan respons kepada Washington.

Kesepakatan Awal Mulai Dibahas

Menurut laporan Al Jazeera, proposal itu disebut belum menyelesaikan sejumlah tuntutan utama Washington, termasuk penghentian program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sumber yang mengetahui proses mediasi mengatakan kedua pihak mulai mendekati kesepakatan atas dokumen 14 poin tersebut. Dalam memorandum awal itu, Iran disebut akan setuju untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan menghentikan pengayaan uranium selama sedikitnya 12 tahun.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mencabut sanksi terhadap Iran dan membebaskan miliaran dolar aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri. Kedua negara juga disebut akan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari setelah penandatanganan kesepakatan awal.

Laporan itu juga menyebut negosiasi dari pihak Amerika Serikat dipimpin utusan Presiden AS Donald Trump, yakni Steve Witkoff, bersama menantu Trump, Jared Kushner. Jika kesepakatan awal tercapai, kedua negara akan memasuki negosiasi rinci selama 30 hari untuk menyusun perjanjian penuh.

Trump Sebut Peluang Kesepakatan Terbuka

Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan positif.

“Mereka ingin mencapai kesepakatan. Kami menjalani pembicaraan yang sangat baik dalam 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu, 6 Mei 2026.

Sehari sebelumnya, Trump menghentikan sementara “Project Freedom”, operasi yang bertujuan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Penangguhan dilakukan setelah adanya kemajuan dalam pembicaraan damai.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |