MILITER Israel atau IDF mengatakan pada Kamis 7 Mei 2026 akan menyelidiki salah satu tentaranya yang kedapatan melakukan penistaan terhadap patung Bunda Maria di Libanon selatan. Insiden ini dilaporkan terjadi di Desa Debel, Libanon Selatan beberapa pekan lalu.
Dalam unggahan foto yang viral sejak Rabu di sosial media, seorang pria lengkap dengan atribut militer Israel terlihat sedang memeluk dan menjejali rokok ke mulut Patung Bunda Maria. Tindakan itu memicu kemarahan publik dan kembali menambah daftar kontroversi pasukan Israel di tengah invasi ke Libanon.
Ketika dimintai konfirmasi, IDF mengatakan bahwa mereka “menganggap peristiwa itu dengan sangat serius, dan menekankan bahwa aksi personelnya sebagai perilaku menyimpang dan akan menjatuhkan sanksi kepada tentaranya,” ujar IDF dikutip dari Al Arabiya.
Desa Debel merupakan salah satu pemukiman mayoritas Kristen Maronit di Libanon Selatan. Desa ini terletak di Distrik Bint Jbeil, Provinsi Nabatiye, di area perbukitan yang berbatasan dengan Israel.
Ini bukan pertama kalinya militer Israel mendapat kecaman dalam beberapa pekan terakhir terkait perilaku tentara mereka seputar patung-patung Kristen di Libanon selatan.
Pada akhir April, militer Israel mengatakan dua tentara akan menerima hukuman penahanan militer selama 30 hari dan dikeluarkan dari tugas tempur. Hal ini dipicu aksi penghancuran patung Yesus Kristus di desa Debl, Libanon selatan.
Dalam insiden itu, sebuah foto dibagikan secara daring yang menunjukkan seorang tentara Israel menggunakan palu godam untuk memukul kepala patung Yesus yang disalibkan yang telah jatuh dari salib.
Merespons kasus tersebut, IDF menyebut bahwa mereka menghormati kebebasan beragama, tempat suci, dan simbol-simbol keagamaan dari semua agama serta komunitas. Mereka mengklaim “tidak memiliki niat untuk merusak infrastruktur sipil, termasuk bangunan keagamaan atau simbol keagamaan."
Foto atau video berulang kali tersebar di media sosial yang menampakkan aktivitas tentara Israel melecehkan dan merusak situs keagamaan selain Yahudi. Bahkan, mereka sadar merekam aktivitasnya saat melakukan penistaan maupun pelecehan terhadap situs keagamaan lain.
Picu Kecaman dari Sekutu Trump
Tidak berselang lama setelah beredarnya foto penistaan tentara Israel di sosial media, foto itu langsung memicu kemarahan dari berbagai pihak. Salah satunya mantan sekutu Presiden Donald Trump, anggota Kongres dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene.
Mantan anggota Kongres dari Partai Republik itu melontarkan ejekan melalui media sosial X.
"Lihat sekutu terbesar kita merampok miliaran dolar pajak dan senjata kita setiap tahun, tulis Taylor di akun X, mengutip dari Middle East Eye.
Tidak hanya Taylor. Mantan sekutu Trump dari partai yang sama, Matt Gaetz, menyebut foto yang dibagikan itu sebagai tindakan “mengerikan."
















































