Megawati Terima Kunjungan Penasihat Presiden Korea Selatan, Bahas Geopolitik dan Reunifikasi Korea

4 hours ago 5

INFO TEMPO - Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Penasihat Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Prof Kim Soo Il di Kemudiamannya, Menteng, Jakarta pada Jumat, 8 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, di antaranya adalah persoalan geopolitik termasuk upaya reunifikasi Korea

Dialog berlangsung hangat apalagi Prof Kim, yang pernah menjabat sebagai Konsul Kehormatan RI di Busan selama 14 tahun yaitu pada 1993 hingga 2007, sangat fasih bicara bahasa Indonesia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri mendampingi Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan tersebut. Hasto mengatakan dialog yang berlangsung turut menyinggung hubungan baik dan kedekatan Megawati dengan pemimpin Korea Utara maupun Korea Selatan. Menurut dia, atas permintaan kedua pemimpin Korea, Megawati selama ini dikenal sebagai special envoy atau utusan khusus yang berperan menjembatani hubungan serta mendorong upaya reunifikasi kedua negara.

"Dalam pertemuan, disinggung kembali dan mengharapkan Ibu Megawati menjalankan peran strategis guna mendorong perdamaian di Semenanjung Korea," ujar Hasto.

Megawati Soekarnoputri dinilai memiliki peran historis dalam hubungan dengan Semenanjung Korea, khususnya Korea Utara, yang juga berkaitan dengan hubungan baik antara Soekarno dan pemimpin pertama Korea Utara, Kim Il Sung. Salah satu simbol hubungan tersebut adalah bunga Kimilsungia, anggrek ungu yang diberikan Soekarno kepada Kim Il Sung dan kemudian dikenal sebagai bunga nasional Korea Utara.

Hasto Kristiyanto menambahkan hubungan yang terjalin sejak era Soekarno dengan Korea Utara berlanjut ketika Megawati Soekarnoputri bertemu pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il di Pyongyang pada 2002 saat masih menjabat sebagai presiden. Menurut Hasto, meski tidak lagi menjabat kepala negara, keterlibatan Megawati dalam upaya reunifikasi Korea tetap berlangsung. Ia tercatat kembali mengunjungi Korea Utara pada April dan Oktober 2005 untuk membahas hubungan bilateral serta isu reunifikasi Semenanjung Korea.

Sementara itu, Rokhmin Dahuri mengatakan hubungan Megawati Soekarnoputri dengan Korea Selatan juga tercermin dari sejumlah penghargaan akademik yang pernah diterimanya. Megawati memperoleh gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts pada 2022. Sebelumnya, ia menerima gelar doktor kehormatan dari Korea Maritime and Ocean University pada 2015 dan dari Mokpo National University pada 2017. Selain itu, Megawati juga pernah diundang sebagai pembicara utama dalam DMZ International Forum on the Peace Economy di Seoul pada 2019.

"Forum ini membahas perdamaian dan reunifikasi Korea," kata Rokhmin.

Pada kesempatan itu, Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa Korea Utara dan Korea Selatan sejatinya berasal dari bangsa, bahasa, dan budaya yang sama sebelum terpisah akibat perang dingin. Karena itu, menurut dia, langkah yang dilakukan Megawati Soekarnoputri sejalan dengan gagasan Soekarno yang sejak awal mendorong terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea.

"Guna menghindari perpecahan dari satu bangsa yang juga memiliki sejarah perlawanan terhadap penjajahan," kata Hasto. (*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |